Malaka Terkini
Tiga Ruang SMPN Halioan Terancam Roboh, Akibat Pergerakan Tanah dan Longsor
Bencana longsor yang dipicu hujan berkepanjangan dengan intensitas tinggi di Kabupaten Malaka kembali menimbulkan kerusakan serius.
Saat ini SMP Negeri Halioan hanya memiliki dua ruang kelas yang masih layak digunakan dari total lima ruang belajar yang sebelumnya tersedia.
Sementara itu, kebutuhan ruang guru juga menjadi persoalan tersendiri. Pihak sekolah terpaksa memanfaatkan satu unit Ruang Dinas Guru (RDG) yang berukuran sekitar 4 x 6 meter persegi untuk berbagai fungsi.
Ruangan tersebut tidak hanya digunakan sebagai tempat kerja guru, tetapi juga menjadi lokasi penyimpanan buku-buku perpustakaan sekolah serta berbagai administrasi pendidikan. "Kami bahkan memanfaatkan teras depan RDG untuk tempat guru bekerja dan beraktivitas," jelasnya.
Teras tambahan yang kini digunakan para guru baru dibangun pada Agustus 2025. Sebelumnya, para tenaga pendidik bahkan harus menggunakan emperan kelas sebagai tempat bekerja ketika tidak sedang mengajar.
Di tengah keterbatasan sarana yang ada, SMP Negeri Halioan saat ini tetap melayani 116 siswa yang tersebar dalam enam rombongan belajar (rombel). Jumlah tenaga pendidik dan kependidikan juga cukup banyak, yakni 23 guru dan tiga tenaga kependidikan, sehingga total terdapat 26 personel yang setiap hari menjalankan aktivitas pendidikan di sekolah tersebut.
Ia menegaskan kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembangunan gedung baru yang aman dan representatif bagi siswa. Sekolah saat ini membutuhkan sedikitnya empat ruang kelas tambahan, satu ruang guru, serta fasilitas sanitasi yang memadai.
"Kami juga membutuhkan WC untuk siswa karena saat ini hanya ada satu WC yang berada di RDG. Itu yang dipakai bersama. Jadi kebutuhan ruang belajar dan fasilitas pendukung memang sangat mendesak," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malaka, Manfred Laak saat dihubungi Pos Kupang melalui pesan WhatsApp terkait kondisi tersebut, hingga kini belum memberikan respons. Bahkan pesan yang dikirim juga belum dibaca. (ito)
| Perjuangan Antonius Biayai Hidup dan Pendidikan dengan Gunting Rambut |
|
|---|
| Tim Dokter Gigi Malaka Gelar Bakti Sosial di Perbatasan Indonesia-Timor Leste |
|
|---|
| Harga Minyak Tanah di Desa Barene Malaka Tembus Rp 10 Ribu per Liter |
|
|---|
| Polres Malaka Sertijab Tiga Pejabat Strategis, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Prima |
|
|---|
| Pemkab Malaka Salurkan 500 Kg Beras untuk Korban Longsor di Desa Kereana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/SMP-NEGERI-HALIOAN-1.jpg)