Kamis, 28 Mei 2026

Malaka Terkini

Tiga Ruang SMPN Halioan Terancam Roboh, Akibat Pergerakan Tanah dan Longsor

Bencana longsor yang dipicu hujan berkepanjangan dengan intensitas tinggi di Kabupaten Malaka kembali menimbulkan kerusakan serius.

Tayang:
POS-KUPANG.COM/KRISTOFORUS BOTA 
GEDUNG MIRING - Kondisi gedung SMP Negeri Halioan, Desa Barene, Kecamatan Malaka Tengah terancam roboh akibat pergerakan tanah dan tanah longsor yang terjadi di lokasi tersebut, Sabtu (23/5). 

Saat ini SMP Negeri Halioan hanya memiliki dua ruang kelas yang masih layak digunakan dari total lima ruang belajar yang sebelumnya tersedia.

Sementara itu, kebutuhan ruang guru juga menjadi persoalan tersendiri. Pihak sekolah terpaksa memanfaatkan satu unit Ruang Dinas Guru (RDG) yang berukuran sekitar 4 x 6 meter persegi untuk berbagai fungsi.

Ruangan tersebut tidak hanya digunakan sebagai tempat kerja guru, tetapi juga menjadi lokasi penyimpanan buku-buku perpustakaan sekolah serta berbagai administrasi pendidikan. "Kami bahkan memanfaatkan teras depan RDG untuk tempat guru bekerja dan beraktivitas," jelasnya.

Teras tambahan yang kini digunakan para guru baru dibangun pada Agustus 2025. Sebelumnya, para tenaga pendidik bahkan harus menggunakan emperan kelas sebagai tempat bekerja ketika tidak sedang mengajar.

Di tengah keterbatasan sarana yang ada, SMP Negeri Halioan saat ini tetap melayani 116 siswa yang tersebar dalam enam rombongan belajar (rombel). Jumlah tenaga pendidik dan kependidikan juga cukup banyak, yakni 23 guru dan tiga tenaga kependidikan, sehingga total terdapat 26 personel yang setiap hari menjalankan aktivitas pendidikan di sekolah tersebut.

Ia menegaskan kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembangunan gedung baru yang aman dan representatif bagi siswa. Sekolah saat ini membutuhkan sedikitnya empat ruang kelas tambahan, satu ruang guru, serta fasilitas sanitasi yang memadai.

"Kami juga membutuhkan WC untuk siswa karena saat ini hanya ada satu WC yang berada di RDG. Itu yang dipakai bersama. Jadi kebutuhan ruang belajar dan fasilitas pendukung memang sangat mendesak," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malaka, Manfred Laak saat dihubungi Pos Kupang  melalui pesan WhatsApp terkait kondisi tersebut, hingga kini belum memberikan respons. Bahkan pesan yang dikirim juga belum dibaca. (ito)

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved