Rabu, 27 Mei 2026

Malaka Terkini

Perjuangan Antonius Biayai Hidup dan Pendidikan dengan Gunting Rambut

Sehingga penghasilannya dari bekerja dapat difokuskan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menunjang aktivitas perkuliahan.

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/KRISTOFORUS BOTA
GUNTING RAMBUT - Antonius Bau saat selesai menggunting rambut Veri Klau pencipta lagu "Lu Kenal Veronika Ko" yang viral akhir-akhir ini di jagat maya. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota

POS-KUPANG.COM, BETUN - Di tengah kesibukan menjalani perkuliahan sebagai mahasiswa Semester VI Program Studi Ilmu Pemerintahan STISIP Fajar Timur Atambua yang berlokasi di Weliman, Kabupaten Malaka, Antonius Bau memilih jalan hidup yang tidak mudah. 

Selama enam tahun terakhir, ia bekerja sebagai tukang gunting rambut di sebuah barbershop di Bakateu, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, demi menopang kebutuhan hidup sekaligus menunjang pendidikannya.

Perjuangan itu telah ia jalani sejak tahun 2020. Setiap hari, setelah menyelesaikan aktivitas kuliah, Antonius langsung menuju tempat kerjanya untuk melayani pelanggan yang datang memangkas rambut. Barbershop tempatnya bekerja bukan miliknya sendiri, melainkan milik orang lain. 

Dari hasil pekerjaan yang diperolehnya, ia wajib menyetorkan pendapatan bersih sebesar Rp1.500.000 setiap bulan kepada pemilik usaha. Meski demikian, Antonius tidak pernah mengeluh. 

Baca juga: Harga Minyak Tanah di Desa Barene Malaka Tembus Rp 10 Ribu per Liter

Baginya, profesi sebagai tukang gunting rambut telah menjadi sumber penghasilan yang sangat membantu dirinya untuk tetap melanjutkan pendidikan hingga saat ini.

Dalam sehari, Antonius mampu melayani sedikitnya 13 pelanggan. Dengan tarif potong rambut sebesar Rp 15.000 per orang. Pendapatan hariannya cukup membantu memenuhi berbagai kebutuhan. 

Saat kondisi ramai, jumlah pelanggan yang datang bahkan bisa mencapai lebih dari 20 orang dalam sehari.

Namun, aktivitas kuliah yang harus dijalani membuat waktu kerjanya tidak sama dengan barbershop lain pada umumnya. Barbershop tempat Antonius bekerja baru mulai beroperasi ketika dirinya selesai mengikuti perkuliahan dan pulang dari kampus. 

Kondisi tersebut membuat jumlah pelanggan yang datang terkadang tidak terlalu banyak dibandingkan usaha sejenis yang buka sejak pagi hari.

Meski menghadapi keterbatasan waktu kerja, Antonius tetap konsisten menjalani profesinya. Keuntungan yang diperoleh dari menggunting rambut menjadi sumber utama pembiayaan berbagai kebutuhan selama menempuh pendidikan tinggi.

"Biaya kuliah sejauh ini saya ambil dari hasil menggunting rambut. Setiap bulan kadang saya peroleh keuntungan sekitar Rp 2 jutaan lebih selain penyetoran wajib ke pemilik barbershop ini," ungkapnya saat ditemui POS-KUPANG.COM di barbershop tempat ia bekerja, Minggu (24/5/2026).

Perjalanan akademiknya juga mendapat dukungan dari program beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang diberikan kampus. Berkat bantuan tersebut, Antonius tidak lagi dibebani biaya UKT setiap semester.

Sehingga penghasilannya dari bekerja dapat difokuskan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menunjang aktivitas perkuliahan.

Kisah Antonius menjadi gambaran nyata tentang semangat dan ketekunan seorang mahasiswa yang tidak hanya mengandalkan bantuan orang lain untuk meraih pendidikan. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved