Kamis, 28 Mei 2026

Puisi

Puisi Oswal Amnunuh

Selama mati hanyalah mata yang tertutup, jangan layangkan selamat tinggal. Toh kita tinggal di kota yang sama.

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
FOTO ILUSTRASI BUATAN AI
ILUSTRASI 

teruntuk nona yang tak tahu kapan saya kembali
atas nama rindu, saya kuburkan semua sepi.
atas nama sepi, saya kaburkan semua ngilu.
atas nama syahdu, saya gubah semua litani.
saya akan kembali tepat waktu.

selamat malam
selamat. selama mati hanyalah mata yang tertutup, jangan layangkan selamat tinggal. Toh kita tinggal di kota yang sama.
malam. berbaktilah padaku saja dan janganlah bersampai larut. tidurlah di dalam waktu. 

Baca juga: Puisi-puisi Oswal Amnunuh

monumen
suatu saat, saya pasti akan merindukan kota ini. jalan-jalan kota, jajanan di sepanjang jalan kota, dan kota yang dipenuhi jalanan adalah ingatan paling murah dan asyik untuk diingat. pemimpin kota? entahlah. saya telah mendirikan monumen kenangan di kepala. di jalanan menuju monumen, saya buat beberapa polisi tidur (mereka yang bangun suka membuat isi dompet hangus) agar pelancong kenangan sopan berkunjung. lalu di sekelilingnya, saya buat trotoar putus-putus seperti mimpi anak bangsa. lalu, di depan monumen akan saya tulis: “rindulah tanpa alasan.” sudah terlalu banyak alasan yang negeri ini beri agar kamu bisu. (*)

Oswal Amnunuh
Oswal Amnunuh (DOKUMENTASI PRIBADI OSWAL AMNUNUH)

*) Oswal Amnunuh, pemuda asal Kaubele, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved