Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 24 Mei 2026: Dari Ruang Tertutup Menuju Perutusan
Roh Kudus turun dalam rupa angin dan lidah api, lalu mengutus para murid mewartakan Injil ke seluruh dunia.
Oleh: RD. Leo Mali
Rohaniwan dan Dosen Fakultas Filsafat Unwira Kupang, Nusa Tenggara Timur.
POS-KUPANG.COM - Setelah kebangkitan dan kenaikanNya ke Surga, Yesus meminta para murid menantikan pemenuhan janji Bapa di Yerusalem (Lihat Kis. 1:1-14).
Penantian itu mencapai puncaknya pada hari Pentakosta, hari kelima puluh sesudah Paskah. Pada hari itu Roh Kudus turun atas para murid yang sedang berkumpul bersama (Kis. 2:1).
Namun Injil Yohanes menampilkan kisah yang berbeda. Roh Kudus dicurahkan Yesus ketika para murid berada dalam ketakutan dan berkumpul dalam ruang tertutup.
Kristus yang bangkit datang membawa damai dan berkata kepada mereka: “Terimalah Roh Kudus” (Yoh. 20:19-23).
Baca juga: Opini: Orang Desa Tidak Pakai Dolar?
Perbedaan kedua kisah di atas lahir dari tekanan teologis yang berbeda. Yohanes menekankan Roh Kudus sebagai anugerah langsung dari Kristus yang bangkit untuk melahirkan manusia baru.
Ketika Yesus “menghembusi” para murid, peristiwa itu mengingatkan pada Allah yang menghembuskan napas hidup kepada Adam (bdk. Kej. 2:7).
Roh Kudus menjadi tanda kehidupan baru yang membebaskan manusia dari dosa dan ketakutan. Sementara itu, Kisah Para Rasul menampilkan Roh Kudus sebagai daya ilahi yang melahirkan Gereja dan menyatukan berbagai bangsa dalam satu persekutuan iman.
Roh Kudus turun dalam rupa angin dan lidah api, lalu mengutus para murid mewartakan Injil ke seluruh dunia.
Meski berbeda penekanan, kedua kisah ini dipersatukan oleh pesan yang sama: Roh Kudus mengubah ketakutan menjadi keberanian dan membuka pintu-pintu yang tertutup agar para murid bangkit dan keluar dari situasi yang mengungkung mereka agar menjadi saksi Kristus di tengah dunia.
Tujuan utama pencurahan Roh Kudus ialah agar para murid percaya dan mengakui bahwa Yesus Kristus yang bangkit adalah Tuhan.
Paulus menegaskan: “Tidak seorangpun dapat mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan selain oleh Roh Kudus” (1Kor. 12:3b). Persatuan dengan Kristus memampukan para murid untuk meneruskan sukacita kebangkitan Tuhan.
Untuk maksud ini Roh kudus melengkapi manusia dengan berbagai karunia dan perbuatan-perbuatan ajaib dalam pelayanan (1Kor. 12:3b-7.12-13).
Namun Pentakosta bukan hanya kisah masa lampau. Hingga kini Roh Kudus tetap bekerja dalam kehidupan Gereja dan dalam hati manusia.
Dunia kita masih dipenuhi ketakutan, kecemasan, perpecahan, dan kehilangan harapan. Banyak orang hidup dalam “ruang tertutup”: tertutup oleh luka batin, rasa kecewa, dosa, dan ketidakpercayaan.
| Renungan Harian Katolik Sabtu 23 Mei 2026, "Tuhan Punya Rencana Berbeda bagi Tiap Orang" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Sabtu 23 Mei 2026, "Tapi Engkau, Ikutlah Aku" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Sabtu 23 Mei 2026, "Injil Yohanes Ditutup Karya Perutusan Takkan Berakhir" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Jumat 22 Mei 2026, "Kebebasan Petrus Direnggut Demi Kasih Bagi Sang Guru" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Jumat 22 Mei 2026, “Apakah Engkau Mengasihi Aku” |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Romo-Leo-Mali.jpg)