TOPIK
Renungan Harian Katolik
-
Ia memberi kata-kata perpisahan kepada anaknya, “Ayah akan selalu hadir untukmu dalam segala keadaan.
-
Gugatan kita terhadap Tuhan tampak dalam uangkapan spontan yang entah sengaja atau tidak mengalir keluar dari mulut
-
Saat kita merenungkan pernyataan Yesus “Aku mau, jadilah engkau tahir,” kita diingatkan tentang cinta dan kuasa
-
Kita mengimani Tuhan Yesus bukan lagi sebagai bayi yang lemah yang berbaring di dalam palungan, namun seorang Yesus
-
Kasih yang berasal dari Allah merupakan fondasi iman kita dan mendorong kita untuk menjalani hidup yang sesuai
-
Banyak orang mengatakan diri baik tetapi bukan kesetiaan. Bertahan setia selama kondisinya baik-baik saja itu bukan kesetiaan
-
Tepis ketakutan dan kepanikan yang berlebihan dengan persembahan hidup, dan iman secara total kepada Tuhan
-
Bacaan dari Surat Pertama Yohanes dan Injil Markus mengajak kita untuk merenungkan ketakutan dan kehadiran Kristus dalam hidup kita
-
Mari kita merenungkan bagaimana kasih dan tindakan kita saling berhubungan dalam kehidupan sehari-hari.
-
Bahkan banyak pembunuhan (sesama kita meninggal tak wajar) terjadi di sekitar kita, tanpa ada upaya hukum mengungkap siapa pelaku
-
Yohanes mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga hubungan kita dengan Allah melalui ketaatan pada perintah-Nya.
-
Iblis cukup sukses karena ketiga hal itu menjadi program primadonanya yang tampak menjadi ajang rebutan manusia generasi
-
Anak-anak SEKAMI hari ini adalah hari sukacita besar bagimu bersama teman-teman kamu di seluruh dunia.
-
Nabi Yesaya dalam bacaan pertama memberikan inspirasi kepada Bangsa Israel bahwa Kemuliaan Tuhan telah terbit bagi mereka
-
Dalam bacaan kedua dari surat Paulus kepada jemaat di Efesus (3:2-3a, 5-6), Paulus menegaskan bahwa misteri keselamatan
-
Dalam pelbagai kebudayaan dan zaman, manusia selalu bertanya tentang makna, kebenaran, dan sumber hidup yang melampaui dirinya.
-
Dalam kerumunan massal di Sungai Yordan untuk menerima pembaptisan sebagai jalan penyucian diri menerima Sang Mesias
-
Bacaan dari Surat Pertama Yohanes dan Injil Yohanes mengajak kita untuk merenungkan arti sesungguhnya dari gelar
-
Santo Basilius Agung dan Gregorius dari Nazianze adalah contoh orang-orang yang hidup dalam kebenaran, rendah hati
-
Tuhan hanya disambut dengan tobat yang mendalam. Tobat adalah baptisan air mata penyesalan atas dosa-dosa.
-
Apa arti rendah hati bagi kita dalam praktik sehari-hari? Renungkan bagaimana kita dapat lebih menyadari diri kita dibutuh
-
Persekutuan dengan Anak dan Bapa dimulai dengan pengakuan bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah
-
Para gembala sebagai misionaris perdana yang mewartakan kelahiran Yesus Sang Mesias, memberikan teladan yang amat mengagumkan.
-
Melalui kelahiran-Nya, kita menerima status baru sebagai anak-anak Allah. Ini adalah pengingat akan cinta dan belas kasih Allah yang mengubah hidup
-
Mari kita bersukacita dan bergembira atas karya agung Tuhan bagi kita semua. Karya agung Allah lewat kelahiran PuteraNya Yesus Kristus.
-
Karena itulah Gereja, pada hari pertama tahun baru, mengarahkan pandangan umat kepada Maria Bunda Allah.
-
Inilah kasih Tuhan yang kita alami dan rasakan terus-menerus. Yohanes berkata:" Karena dari kepenuhanNya kita semua telah menerima kasih
-
Permenungan kita hari ini diambil dari bacaan pertama (1Yohanes 2:18-21) di mana Yohanes memperingatkan kita tentang adanya banyak antikristus
-
Tuhan tidak mengharapkan kesempurnaan tetapi kerendahan hati menyadari kekilafan untuk selalu membarui hidup dalam terang kasih dan kebenaran.
-
Karena selama tahun ini, dia merasa bahwa tidak ada sesuatu yang special telah terjadi hingga perlu disyukuri.