Sabtu, 23 Mei 2026

Renungan Harian katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 23 Mei 2026, "Tapi Engkau, Ikutlah Aku"

Setelah mengutus Petrus, Yesus berkata kepada Petrus: bukan tentang apa yang terjadi pada orang lain, melainkan tentang satu panggilan

Tayang:
Editor: Eflin Rote
dok-pribadi Bruder Pio Hayon SVD
Bruder Pio Hayon SVD menulis Renungan Harian Katolik 

Renungan Harian Katolik
Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
Hari Sabtu  Pekan Paskah VII– 23 Mei  2026
Bacaan I:  Kis. 28: 16-20.30-31
Injil:  Yoh. 21: 20-25
Tema: “Tapi engkau, Ikutlah Aku”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Kadang kita mudah membandingkan diri: melihat orang lain seolah lebih dulu berhasil, lebih diberkati, atau lebih “tepat” dalam panggilannya. Dalam Injil hari ini, Yesus justru menegur cara pandang itu.

Setelah mengutus Petrus, Yesus berkata kepada Petrus: bukan tentang apa yang terjadi pada orang lain, melainkan tentang satu panggilan yang paling penting—“Tapi engkau, ikutlah Aku.”

Saudara-saudari terkasih

Pada bacaan ini (Kis 28:16-20.30-31), Kisah para Rasul menampilkan Paulus yang tetap setia mewartakan Kristus, bahkan ketika berada dalam keadaan terbatas (dipantau/ditahan). Ia menerima banyak orang, menjelaskan Kerajaan Allah, dan mengajar dengan keberanian.

Ini menunjukkan bahwa ketaatan pada panggilan bukan bergantung pada suasana nyaman, tetapi pada keteguhan batin: Kristus tetap diberitakan kapan pun dan di mana pun.

Dalam Injil (Yoh 21:20-25) setelah Petrus diberi tugas, Petrus menoleh dan melihat “murid yang lain” (murid yang dikasihi). Ia bertanya-tanya: bagaimana nasib murid itu? Yesus menegaskan: perhatian Petrus jangan terseret pada rencana orang lain, melainkan kembali pada panggilan yang langsung diberikan kepadanya. Pesan utamanya: ikut Yesus bukan permainan perbandingan, melainkan ketaatan pribadi.

Refleksi kita adalah “Suka membandingkan”: di mana kita cenderung membandingkan panggilan saya dengan orang lain?

Permenungan kita: apakah kita lebih sering bertanya “kenapa aku tidak seperti dia?” daripada bertanya “Tuhan, apa langkah yang Engkau kehendaki untukku hari ini?”

“Batasan”:  Seperti Paulus dalam keadaan tahanan, ada situasi yang membuat kita serasa “terkunci”: kesibukan, kelelahan, kendala ekonomi, konflik, atau rasa takut.

Permenungan kita: apa yang sedang membatasi kita, namun tidak boleh mematikan iman? Langkah kecil pelayanan/iman apa yang tetap bisa kita lakukan? “Ikutlah Aku”: kalimat Yesus “ikutlah Aku” terdengar seperti apa dalam hidup kita minggu ini?

Permenungan kita: apakah kita taat pada panggilan Tuhan atau berpaling pada panggilan dunia? Tentukan satu tindakan nyata: misalnya meluangkan waktu doa harian singkat, mendekati seseorang yang membutuhkan, menunaikan tugas pelayanan dengan kesetiaan, atau berdamai lebih dahulu.

Saudara-saudari terkasih,

Pesan untuk kita, pertama,   Yesus tidak meminta kita menebak masa depan orang lain atau membandingkan jalan hidup. Ia berkata: “Tapi engkau, ikutlah Aku.”

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved