Kamis, 28 Mei 2026

Longsor di Malaka

Gedung SMP Negeri Halioan Malaka Rusak Kepsek Usul Segera Dibangun Kembali

Kerusakan Gedung SMP Negeri Halioan selama enam tahun ini membuat para siswa dan guru harus waspada akan keselamatan nyawa mereka

Tayang:
Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/KRISTOFORUS BOTA 
Kepala Sekolah SMP Negeri Halioan, Erni Yanti Pandie saat ditemui di kediamannya di Desa Barene, Kecamatan Malaka Tengah, Sabtu (23/6/2026). 

"Kalau ruang belajar untuk anak-anak tersedia, kami guru-guru tetap di teras juga tidak masalah. Yang penting anak-anak nyaman belajar di dalam ruangan yang aman," katanya.

Terkait pembangunan gedung baru, Erni memastikan sekolah masih memiliki lahan yang cukup luas dan aman untuk dijadikan lokasi pembangunan.

Menurutnya, gedung baru tidak lagi memungkinkan dibangun di lokasi bekas longsor karena kondisi tanah sudah tidak stabil.

Sebagai alternatif, pembangunan dapat dilakukan di area kosong yang berada di belakang dua ruang kelas yang masih dalam kondisi baik.

"Tanah sekolah masih cukup luas. Masih ada lahan kosong yang bisa digunakan untuk membangun gedung baru. Selain itu tanah sekolah juga sudah memiliki sertifikat, sehingga tidak ada kendala terkait status kepemilikan lahan," jelasnya.

Selain mengusulkan pembangunan gedung baru, pihak sekolah juga meminta agar bangunan yang telah roboh segera dibongkar demi menghindari risiko kecelakaan.

Erni mengaku telah melaporkan kondisi kerusakan tersebut kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malaka, bahkan mengajukan surat permohonan pembongkaran bangunan sejak beberapa waktu lalu. Namun hingga kini, usulan tersebut belum mendapatkan tindak lanjut.

"Kami khawatir anak-anak masuk bermain di sekitar bangunan yang sudah roboh itu. Kadang mereka naik ke teras atau masuk ke sekitar lokasi tanpa sepengetahuan guru. Itu sangat berbahaya," katanya.

Meski menyadari risiko yang ada, pihak sekolah tidak berani melakukan pembongkaran secara mandiri karena bangunan tersebut merupakan aset negara yang harus mendapat persetujuan resmi dari pemerintah daerah.

"Kami tidak berani bongkar sendiri karena itu aset negara. Harus ada izin dan keputusan dari dinas terlebih dahulu," ujarnya.

Erni sendiri baru menjabat sebagai Kepala SMP Negeri Halioan sejak Juni 2025. Meski baru memimpin sekolah tersebut kurang dari satu tahun, ia berharap persoalan keterbatasan sarana yang telah berlangsung sejak 2020 dapat segera mendapat solusi sehingga siswa dapat belajar dengan lebih aman, nyaman, dan layak di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malaka, Manfred Laak saat dihubungi POS-KUPANG.COM melalui pesan WhatsApp terkait kondisi tersebut, hingga kini belum memberikan respons. Bahkan pesan yang dikirim juga belum dibaca olehnya. (ito).

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

POS-KUPANG.COM/KRISTOFORUS BOTA 

GEDUNG SMP - Kondisi gedung SMP Negeri Halioan, Malaka yang rusak berat akibat longsor, Sabtu (23/5/2026).

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved