Minggu, 24 Mei 2026

Longsor di Malaka

Gedung SMP Negeri Halioan Malaka Rusak Kepsek Usul Segera Dibangun Kembali

Kerusakan Gedung SMP Negeri Halioan selama enam tahun ini membuat para siswa dan guru harus waspada akan keselamatan nyawa mereka

Tayang:
Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/KRISTOFORUS BOTA 
Kepala Sekolah SMP Negeri Halioan, Erni Yanti Pandie saat ditemui di kediamannya di Desa Barene, Kecamatan Malaka Tengah, Sabtu (23/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Para siswa dan guru di SMP Negeri Halioan enam tahun belajar di balik bayang-bayang longsor
  • Kerusakan Gedung SMP Negeri Halioan ini membuat para siswa dan guru harus waspada 
  • Kepala SMP Negeri Halioan, Erni Yanti Pandie,mengusulkan untuk dibangun kembali gedung yang baru

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota

POS-KUPANG.COM, BETUN - Para siswa dan guru di SMP Negeri Halioan di Desa Barene, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka sudah enam tahun belajar di balik bayang-bayang longsor.

Kerusakan Gedung SMP Negeri Halioan ini membuat para siswa dan guru harus waspada akan keselamatan nyawa mereka.

Hujan deras beberapa pekan terakhir memicu longsor susulan yang merobohkan total gedung sekolah tersebut, hingga kini sama sekali tidak bisa digunakan lagi.

Terhadap kondisi ini Kepala SMP Negeri Halioan, Erni Yanti Pandie,mengusulkan kepada pemerintah untuk dibangun kembali gedung yang baru sehingga siswa dan guru bisa menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan aman dan nyaman.

Baca juga: BREAKING NEWS: Longsor Hantam SMPN Halioan, Tiga Ruang Kelas Rubuh dan Tak Bisa Digunakan

Erni Yanti saat ditemui POS-KUPANG.COM di kediamannya di Desa Barene, Sabtu (23/5/2026) menjelaskan, bangunan yang kini roboh dan tidak lagi dapat digunakan itu sudah mulai mengalami kerusakan sejak tahun 2020 akibat bencana longsor yang melanda kawasan tersebut.

Menurut Erni, berdasarkan cerita para guru yang telah lama mengabdi di sekolah tersebut, tanda-tanda kerusakan pada bangunan sudah mulai terlihat sejak enam tahun lalu ketika longsor pertama kali terjadi.

"Menurut bapa dan ibu guru yang mengajar tetap di SMP Negeri Halioan, gedung itu sudah mulai rusak akibat longsor sejak tahun 2020. Kemudian saat hujan deras berhari-hari beberapa waktu lalu terjadi longsor lagi sehingga kerusakannya semakin parah. Halaman sekolah juga sudah retak-retak besar dan kondisi tanah terus bergerak," ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak tembok bangunan mulai runtuh pada tahun 2020, pihak sekolah memutuskan untuk tidak lagi menggunakan tiga ruang kelas yang terdampak karena dinilai membahayakan keselamatan siswa dan guru.

Kondisi gedung SMP Negeri Halioan yang rusak berat
GEDUNG SMP - Kondisi gedung SMP Negeri Halioan, Malaka yang rusak berat akibat longsor, Sabtu (23/5/2026).

"Kami tidak berani pakai lagi karena takut sewaktu-waktu roboh saat proses belajar mengajar berlangsung. Keselamatan anak-anak menjadi prioritas," katanya.

Akibat kehilangan tiga ruang kelas, SMP Negeri Halioan selama bertahun-tahun harus menyiasati keterbatasan sarana dengan memanfaatkan ruangan kosong milik SD Negeri Halioan yang berada di kompleks yang sama.

Menurut Erni, beberapa ruang lama yang tidak lagi digunakan oleh pihak SD kemudian dipinjamkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar siswa SMP.

"Sejak tahun 2020 kami menggunakan beberapa ruangan kosong milik SD Negeri Halioan. Syukur karena masih ada ruang yang bisa dipakai sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan," tuturnya.

Baca juga: Pemkab Malaka Salurkan 500 Kg Beras untuk Korban Longsor di Desa Kereana

Saat ini SMP Negeri Halioan hanya memiliki dua ruang kelas yang masih layak digunakan dari total lima ruang belajar yang sebelumnya tersedia.

Sementara itu, kebutuhan ruang guru juga menjadi persoalan tersendiri. Pihak sekolah terpaksa memanfaatkan satu unit Ruang Dinas Guru (RDG) yang berukuran sekitar 4x6 meter persegi untuk berbagai fungsi sekaligus.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved