Longsor di Malaka
Gedung SMP Negeri Halioan Malaka Rusak Kepsek Usul Segera Dibangun Kembali
Kerusakan Gedung SMP Negeri Halioan selama enam tahun ini membuat para siswa dan guru harus waspada akan keselamatan nyawa mereka
Ruangan tersebut tidak hanya digunakan sebagai tempat kerja guru, tetapi juga menjadi lokasi penyimpanan buku-buku perpustakaan sekolah serta berbagai administrasi pendidikan.
"Kami hanya pakai RDG itu untuk semua kebutuhan guru. Buku perpustakaan juga disimpan di situ. Karena ruang sangat terbatas, kami bahkan memanfaatkan teras depan RDG untuk tempat guru bekerja dan beraktivitas," jelasnya.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Malaka Salurkan 100 Sak Semen dan Sembako untuk Warga Babotin Korban Longsor
Teras tambahan yang kini digunakan para guru baru dibangun pada Agustus 2025. Sebelumnya, para tenaga pendidik bahkan harus menggunakan emperan kelas sebagai tempat bekerja ketika tidak sedang mengajar.
"Kalau ada guru yang tidak masuk kelas, biasanya kerja di emperan kelas karena memang tidak ada ruang lain yang bisa digunakan," tambahnya.
Di tengah keterbatasan sarana yang ada, SMP Negeri Halioan saat ini tetap melayani 116 siswa yang tersebar dalam enam rombongan belajar (rombel).
Jumlah tenaga pendidik dan kependidikan juga cukup banyak, yakni 23 guru dan tiga tenaga kependidikan, sehingga total terdapat 26 personel yang setiap hari menjalankan aktivitas pendidikan di sekolah tersebut.
Meski demikian, keterbatasan ruang membuat proses pengawasan terhadap siswa menjadi lebih sulit karena lokasi belajar tersebar di beberapa titik.
Baca juga: Longsor Tutup Ruas Jalan Ruteng–Iteng Kabupaten Manggarai, Lalu Lintas Lumpuh Total
"Kalau kegiatan belajar mengajar sejauh ini tetap berjalan lancar. Hanya memang kami agak kesulitan mengontrol siswa karena lokasi kelas terbagi-bagi. SMP berada di bawah, kemudian ada SD di tengah, sementara sebagian siswa belajar di ruangan kosong yang berada di atas. Jaraknya cukup jauh sehingga pengawasan menjadi tidak maksimal," ungkap Erni.
Meski demikian, pihak sekolah terus berupaya menjaga agar proses pembelajaran tetap berlangsung normal demi memastikan hak pendidikan siswa tidak terganggu.
Melihat kondisi yang ada, Erni berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan sarana pendidikan di SMP Negeri Halioan.
Ia menegaskan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembangunan gedung baru yang aman dan representatif bagi siswa.
"Kami sangat berharap ada pembangunan gedung baru yang layak. Kalau anak-anak memiliki ruang belajar yang nyaman, tentu mereka bisa belajar dengan lebih tenang dan maksimal," katanya.
Menurutnya, sekolah saat ini membutuhkan sedikitnya empat ruang kelas tambahan, satu ruang guru, serta fasilitas sanitasi yang memadai.
"Kami juga membutuhkan WC untuk siswa karena saat ini hanya ada satu WC yang berada di RDG. Itu yang dipakai bersama. Jadi kebutuhan ruang belajar dan fasilitas pendukung memang sangat mendesak," ujarnya.
Erni bahkan menegaskan bahwa para guru tidak mempermasalahkan jika harus bekerja dengan fasilitas sederhana, asalkan kebutuhan ruang belajar bagi siswa dapat dipenuhi.
Baca juga: 5 Rumah Rusak Setelah Bencana Longsor di Babotin Malaka Meluas ke Permukiman Warga Dusun Salore
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kepala-Sekolah-SMP-Negeri-Halioan-Erni-Yanti-Pandie.jpg)