Liputan Khusus

LIPSUS: Dansatgas Bawa Kado untuk Paulus Taek Oki, korban penembakan UPF

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 15/DBY, Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho mengunjungi Paulus Taek Oki

|
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON 
DANSATGAS - Pose Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 15/DBY, Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho dan Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote mengunjungi Paulus,  korban penembakan dan keluarganya di Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat,  Kamis (28/8). 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 15/DBY, Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho mengunjungi Paulus Taek Oki, korban penembakan Unidade Patrullamentu Fronteira (UPF) Negara Timor Leste Distrik Oecusse di Tapal Batas RI-RDTL, Paulus Taek Oki.

Reindi Trisetyo Nugroho bersama Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote mendatangi rumah Paulus di RT/RW, 003/003, Dusun 3, Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, TTU, Kamis (28/8). Mereka mengunjungi korban dan membawa bingkisan kepada yang bersangkutan.

Reindi Trisetyo Nugroho mengatakan, kunjungan mereka ke rumah korban penembakan UPF Timor Leste ini untuk memberikan rasa aman dan wujud humanis kehadiran TNI-POLRI bagi masyarakat perbatasan. Kehadiran mereka ini bertujuan untuk memberikan penguatan sekaligus memantau langsung kondisi korban pasca dinyatakan pulih oleh dokter.

Baca juga: Polres TTU Selidiki Kasus Penembangan Warga Inbate oleh UPF Timor Leste

Menurut Reindi Trisetyo Nugroho, sejauh ini pihaknya belum membangun komunikasi langsung dengan UPF. Meskipun demikian, mereka membangun komunikasi dengan pihak Konsulat KBRI Dili di Oecusse, dimana semua pihak diminta untuk menjaga kondusifitas.

Reindi Trisetyo Nugroho mengatakan, saat ini situasi di tapal batas RI-RDTL Distrik Oecusse yang menjadi lokasi bentrok antara warga Desa Inbate dan warga serta UPF Timor Leste, situasinya mulai terkendali dan kondusif.

Situasi kondusif ini tercipta setelah beberapa hari terakhir pihaknya melaksanakan patroli dan monitor di tapal batas RI-RDTL Distrik Oecusse.

Reindi Trisetyo Nugroho menyampaikan terima kasih banyak kepada semua masyarakat di perbatasan RI-RDTL Distrik Oecusse khususnya di Desa Inbate yang telah menjaga diri dan situasi Kamtibmas di lokasi itu.

Saat ini, proses penyelesasian peristiwa itu sedang berjalan dan akan diselesaikan dengan sebaik mungkin oleh pemerintah Indonesia dan Pemerintah Negara Timor Leste. Meski demikian, jelas Reindi, pihaknya terus berkoordinasi dengan komando atas.

Baca juga: LIPSUS: Paulus Ditembak dari Jarak 5 Meter, Pengakuan Korban Penembakan UPF Tiles

Berdasarkan permintaan dari Bupati TTU bahwa aktivitas di sekitar pilar batas terjadi bentrok ini dihentikan untuk sementara waktu. "Sehingga tidak ada eskalasi yang lebih tinggi lagi," ujar Reindi Trisetyo Nugroho.

Semua keputusan, lanjut Reindi Trisetyo Nugroho, akan diserahkan ke komando atas. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga diri dan menahan diri. 

Reindi Trisetyo Nugroho memastikan anggota Satgas Pamtas bersiaga rutin di lokasi bentrok di tapal batas sekitar Desa Inbate. Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat bersama Dandim 1618/TTU dan Komisi I DPRD Kabupaten TTU juga telah mengunjungi warga Desa Inbate dan berdialog bersama mereka di Kantor Desa Inbate. 

Paulus Taek Oki sudah pulih usai menjalani perawatan medis di RSUD Kefamenanu. Korban juga telah dipulangkan ke keluarga sejak Selasa (26/7) pukul 17.00 Wita. Paulus menyampaikan terima kasih banyak kepada Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat dan Kapolres TTU yang telah mengunjungi dan memberikan bingkisan kepada keluarganya.

Baca juga: Korban Penembakan UPF Timor Leste di Tapal Batas RI-RDTL Pulih dan Dikembalikan ke Keluarga 

Bagi Paulus, kehadiran TNI-POLRI ini secara tidak langsung menunjukkan kepedulian dan perhatian serta eksistensi mereka di tengah-tengah masyarakat khususnya bagi masyarakat perbatasan. 

Sementara itu, Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote menjelaskan, kunjungan ini untuk memastikan kondisi korban yang sudah mulai pulih pasca insiden bentrok. "Sudah pulih, sudah kembali kumpul dengan keluarga, itu yang mau kita pastikan," ungkap Eliana Papote.

Di sisi lain mereka hadir juga untuk memastikan keamanan masyarakat. Kehadiran TNI-POLRI di tengah-tengah masyarakat, ujar Eliana Papotena, untuk bersama-sama dengan masyarakat.

*Kodim 1618/TTU Jamin Keamanan

Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto, S.E menegaskan pihaknya akan terus mengantisipasi setiap potensi gangguan dan memastikan kenyamanan masyarakat, khususnya di Desa Inbate.  

“Kami hadir untuk menjamin keamanan dan kenyamanan warga, sekaligus mencegah terulangnya insiden serupa. Semua pihak harus menjaga kebersamaan agar perbatasan tetap aman,” ujar Didit Prasetyo Purwanto.

Didit Prasetyo Purwanto mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kondusifitas. Setiap proses penyelidikan maupun penyidikan yang tengah dilakukan.

Hal ini harus dihormati. Menurut Didit Prasetyo Purwanto, berdasarkan arahan Pangdam dan Danrem bahwa masyarakat harus di rangkul dalam upaya menjaga soliditas, dan jadikan keamanan sebagai tanggung jawab bersama. 

Baca juga: Warga Desa Inbate Kabupaten TTU Diberondong Senjata UPF Timor Leste dengan Jarak Tembak 5 Meter 

Keutuhan NKRI adalah tanggung jawab semua orang yakni TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat adat.

Semua hasil pembahasan pada kesempatan itu akan diteruskan ke komandan yang dibahas hari ini akan kami teruskan ke komando atas dan pemerintah daerah.

Didit Prasetyo Purwanto juga membuka ruang bagi masyarakat tua adat untuk menyampaikan unek-unek secara terbuka.

Pasalnya, aspirasi yang jujur dari masyarakat adalah bekal penting bagi pemerintah dan TNI untuk merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. (bbr) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
 

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved