Wartawan Tribun Melawat ke Australia
Surat Kabar dan Majalah di Negeri Kanguru Masih Eksis
Di Australia, surat kabar masih eksis. Koran maupun majalah mingguan masih dibaca konsumen. Jumlah lembar koran mash banyak.
Disrupsi media atas kehadiran teknologi yang semakin canggih, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI) yang menjadi tantangan industri/bisnis pers.
Di Australia, surat kabar masih eksis. Koran maupun majalah mingguan masih dibaca konsumen. Jumlah lembar koran masih 40 halaman. Pemasang iklan pun masih lumayan besar. Website online pun demikian.
Secara umum, sumber pendapatan perusahaan media berasal dari subscription atau pembaca berlangganan. Lebih dari 50 persen sumber pendapatan adalah atas kerelaan pembaca membeli koran maupun website.
Setiap berita eksklusif (indepht reporting) online, wajib berbayar barulah aksesnya dibuka kepada pembaca. Sumber pendapatan lainnya dari iklan swasta, seperti perbankan, elektronik, ponsel, dan otomotif. Sekitar 10 persen kontribusi iklan pemerintah.
Pun dibahas, adanya ancaman atau tekanan terhadap kebebasan pers yang datang dari bagian kepentingan suprasturktur politik, seperti pendengung (buzzer), elite partai politik yang sedang berkuasa, petinggi TNI/Polri, maupun perusahaan milik negara (BUMN) mitra media selaku pemasang iklan.
Peserta dialog bersepakat, demi keberlanjutan media, penguatan jurnalisme berkualitas harus dilakukan dengan memastikan liputan akurat dari lapangan untuk mengatasi agregasi AI. Bukan mengandalkan mengolah informasi yang telah beredar di media sosial. (domu d ambarita)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Diskusi-pers-Auatralia.jpg)