Timor Leste
Seletah Timor Leste Gabung ASEAN
Pemerintah Timor Leste tengah memacu adaptasi regulasi dan perjanjian hukum agar selaras dengan standar regional.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Proses bergabungnya Timor Leste ke dalam organisasi negara-negara Asia Tenggara yakni ASEAN, membawa dampak positif bagi perekonomian lokal negara itu. Terutama dalam persiapan Timor Leste menyambut keketuaan ASEAN pada tahun 2029 mendatang.
Hal itu disampaikan Presiden ke-4 dan ke-7 Timor Leste, José Ramos Horta usai menjadi pembicara kunci pada forum yang digelar oleh Economic Research Institute for ASEAN and East Asia ( ERIA ) di Jakarta, Selasa (2/6/2026) kemarin.
Presiden Ramos Horta menyebut dinamika persiapan menuju KTT ASEAN Tahun 2029 telah memicu percepatan pembangunan di berbagai sektor negara termuda di Asia Tenggara itu.
Baca juga: 15 Juta Dolar Kanda untuk Dukung Proyek Solar PV Timor Leste
"Manfaat pertama bagi Timor Leste adalah hal ini memaksa kami untuk mempercepat kemajuan di banyak bidang," ujar Ramos Horta.
Menurut dia, pemerintah Timor Leste tengah memacu adaptasi regulasi dan perjanjian hukum agar selaras dengan standar regional. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur fisik juga terus dikebut secara masif.
"Infrastruktur yang kami butuhkan lebih banyak hotel, pusat konvensi, kendaraan. Kami sudah mulai memperlebar jalan dan mempercantik kota. Ini bukan hanya demi tahun 2029, tapi untuk kenyamanan umum negara dan rakyat," tuturnya.
Ia optimistis dampak ekonomi ini akan semakin terasa dalam dua tahun ke depan seiring meningkatnya kepercayaan investor.
Menatap masa depan Timor Leste di panggung regional, Ramos Horta menjelaskan ketika negaranya kelak dipercaya memegang keketuaan ASEAN, fokus utama adalah menjaga kesinambungan.
Ia menekankan sebagai pemegang mandat keketuaan ASEAN, tidak boleh secara sepihak membatalkan keputusan dari KTT sebelumnya. Oleh sebab itu, koordinasi intensif terus dilakukan dengan negara-negara yang memegang keketuaan pada tahun-tahun berjalan.
"Kami bekerja sama dengan Ketua saat ini, dan Ketua berikutnya untuk tahun 2027 dan 2028. Kami akan menyelaraskan kebijakan dan prioritas agar ada kesinambungan," jelasnya.
Selain urusan ekonomi dan geopolitik, Ramos Horta membawa misi krusial yang konsisten ia suarakan, yakni pencegahan konflik. Menariknya, ia menggarisbawahi stabilitas kawasan tidak akan tercapai tanpa adanya kedamaian di tingkat domestik masing-masing negara anggota.
Ramos-Horta merefleksikan pengalaman pahit yang pernah dialami Timor-Leste pada awal kemerdekaannya. kegagalan mengantisipasi adanya gejolak kecil yang berujung pada krisis politik-keamanan besar pada medio 2006–2008.
"Saat kita bicara pencegahan konflik, itu bukan hanya di tingkat regional atau global, tapi juga di dalam masing-masing negara. Terutama di negara-negara yang memiliki beragam kelompok etnis, agama, dan kesenjangan kesejahteraan masyarakat. Ini bisa menjadi resep ketidakstabilan," terangnya.
Timor Leste secara resmi menjadi anggota penuh ASEAN dalam rangkaian KTT ke-47 ASEAN yang berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, 26 Oktober 2025 lalu. Timor-Leste menjadi negara ke-11 yang bergabung sebagai anggota penuh ASEAN. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ramos-Horta-Jose_95.jpg)