Rabu, 3 Juni 2026

Kerja Sama Indonesia dan Timor Leste

Pintu Kerja Sama Ekonomi Timor Leste dan Indonesia

Ia secara khusus mendorong peningkatan aktivitas perdagangan dan investasi antara Timor Leste dan NTT

Tayang:
Editor: Ryan Nong
Antara
Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta (kiri) menyampaikan kuliah dalam acara “Leadership Lecture” oleh lembaga Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) di Jakarta, Selasa (2/6/2026). 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Penguatan hubungan ekonomi antara Timor Leste dan Indonesia perlu terus didorong, dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai salah satu pintu utama kerja sama karena kedekatan geografis kedua wilayah.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Timor Leste José Ramos Horta usai menjadi pembicara dalam Leadership Lecture bertema Leadership in Dangerous Times: Human Rights, Nation-Building, and Regional Diplomacy yang diselenggarakan oleh ERIA School of Government di Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut dia, sejak kembali terpilih sebagai presiden pada 2022, ia secara khusus mendorong peningkatan aktivitas perdagangan dan investasi antara Timor Leste dan NTT yang berbagi Pulau Timor.

Baca juga: Hubungan Bilateral Timor Leste dan Vietnam Kian Berkembang Positif 

“Sejak saya kembali terpilih sebagai presiden pada 2022, saya mengambil berbagai inisiatif untuk meningkatkan perdagangan dengan Nusa Tenggara Timur yang berada tepat di sebelah kami. Dan itu sudah mulai berjalan,” ujar Ramos Horta.

Ia mengatakan kerja sama ekonomi dengan Indonesia tidak hanya berkembang di wilayah perbatasan, tetapi juga mulai menarik minat investor dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Ramos Horta, saat ini terdapat rencana investasi pembangunan hotel bintang lima oleh kelompok investor Indonesia di Timor Leste.

“Kami sedang menyelesaikan beberapa hal terkait lahan dan kemungkinan dalam beberapa hari ke depan akan ada penandatanganan untuk pembangunan hotel bintang lima oleh investor Indonesia,” katanya.

Ramos Horta menilai hubungan ekonomi kedua negara saat ini sudah sangat kuat. Ia menyebut sekitar 70 persen perdagangan Timor Leste berkaitan dengan Indonesia.

Selain itu, sejumlah perusahaan Indonesia juga telah memiliki kehadiran yang signifikan di Timor Leste, Pertamina dan Telkomsel.

“Kami membeli minyak, kami mendapatkan pasokan minyak dari Pertamina. Telkomsel juga sangat hadir di Timor Leste. Saya kira sekitar 70 persen perdagangan kami terkait dengan Indonesia,” jelasnya.

Ramos-Horta menggambarkan produk Indonesia dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah Timor Leste, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga alat produksi.

“Ke mana pun Anda pergi di Timor Leste, dari desa ke desa, Anda akan menemukan mi instan, air mineral, pakaian, sepatu, sepeda motor, sepeda hingga traktor dari Indonesia,” lanjutnya.

Selain sektor perdagangan, Ramos Horta berharap investasi Indonesia terus berkembang ke sektor-sektor produktif yang menjadi unggulan Timor Leste. Ia menyebut sejumlah bidang yang tengah dijajaki antara lain budidaya rumput laut, lobster, kepiting, hingga peternakan sapi.

Menurutnya, terdapat peluang kerja sama antara investor dari NTT maupun Jakarta dengan pelaku usaha di Timor Leste untuk mengembangkan sektor tersebut.

Ramos-Horta mencontohkan pengembangan peternakan sapi di wilayah Suai yang berada dekat perbatasan Indonesia. Dalam skema tersebut, sapi dari Brasil didatangkan ke Timor Leste untuk dikembangbiakkan sebelum dipasarkan ke Indonesia. 

 

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved