Kamis, 4 Juni 2026

Wartawan Tribun Melawat ke Australia

Mahasiswa di Australia Cari Pacar yang Kutu Buku 

Gejala BookTok mulai masuk dan mengakar di Australia pada  pertengahan hingga akhir tahun 2020, tepat ketika pandemi Covid-19 melanda. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dion DB Putra
TRIBUNNETWORK/DOMU D. AMBARITA
BUDAYA INDONESIA - Suasana murid-murid Bertram Primary School, semacam sekolah dasar negeri, sedang belajar budaya Indonesia. Selain praktik Bahasa Indonesia, mereka mengenali wayang, becak, batik dan lainnya, Senin (18/5/2026). 

POS-KUPANG.COM - Pagi itu  langit cerah. Cuaca dingin, 12 derajat Celsius. Sekira pukul 09.00 waktu Perth, sama dengan Waktu Indonesia Tengah (Wita), sejumlah wartawan delegasi Australia-Indonesia Senior Editors Program, menumpang minibus  Mercedes-Benz. 

Kunjungan ini difasilitasi Kedubes Australia untuk Indonesia. Delegasi mendatangi Bertram Primary School, semacam sekolah dasar negeri. 

Sekolah ini mendidik siswa Taman Kanak-kanak hingga Kelas 6. Letaknya di pinggiran Kota Bertram, arah selatan Perth, Australia Barat.

Di ruangan kelas belajar, terdapat 13 murid, gabungan kelas 3 sampai kelas 6. Warna kulit mereka beragam, ada putih ala ras Eropa, ada juga agak legam khas India, juga sawomatang. Nuansa Indonesia terasa kental di ruangan. 

Baca juga: Nila Tanzil Berbagi Tips Kuliah di Negeri Kanguru

Awakan (badan wayang) khas Jawa tergeletak di meja. Miniatur becak di meja lain. Alat music khas Sunda yang terbuat dari bambu, angklung di meja lainnya. 

Gambar-bambar sosok-sosok pewayangan berupa kartun digunting, peta wilayah Indonesia, slogan-slogan Indonesia terpampang di empat sisi dinding.

Tempelan tulisan-tulisan seperti "Halo, Pak, Bu". "Siapa nama kamu?" di bawahnya basaha Inggris, "What is your name?". 

"Nama Saya Bob. My name is Bob". Ada pula ucapan salam, "Selamat malam, Selamat sore, pun poster "Ayo berhitung", dan "Nama-nama hari".  

Juga mengenai alam. Air, water, api, fire, bumi, earth, angin, wind. Bagus, Baik sekali, menarik, fantastik, luar biasa, hebat, dan masih banyak lagi.

Gambar orang sedang mengayuh becak, gambar penari, kerajinan batik, topeng khas Bali. 

Lembar-lembar kertas mewarnai gambar satwa endemik Australia maupun asal Indonesia disertai kesan-pesan dalam Bahasa Inggris, kemudian dibubuhi nama murid SD Negeri dari Bandung pun ditempeli di kaca. Tulisan sahabat pena. 

Sekolah Dasar Negeri Bertram Austalia rupanya bermitra dengan SDNegeri 023 Pajagalan Kota Bandung, Astana Anyar,Bandung, Jawa Barat.

Murid-murid lalu memperkenalkan diri menggunakan Bahasa Indonesia. Ya, mereka praktik percakapan Bahasa Indonesia

Sebagian besar mereka mengaku pernah liburan ke Pulau Bali, dan mempraktikkan Bahasa Indonesia

Austin, murid kelas 6, misalnya, mengucapkan  terimakasih  kepada pelayan restoran atau hotel. Juga mengajak kenalan anak-anak asli Bali.  Ada pun Mia, pelajar kelas 5, bercerita senang belajar budaya dan bahasa Indonesia. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved