Sabtu, 30 Mei 2026

Wartawan Tribun Melawat ke Australia

Nila Tanzil Berbagi Tips Kuliah di Negeri Kanguru

Indonesia peringkat keenam negara paling banyak mahasiswanya yang kuliah di Australia.  Jumlahnya 20.403 orang.

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
TRIBUN NETWORK/DOMU D. AMBARITA
DISKUSI - elegasi wartawan Indonesia berdiskusi tentang isu-isu Asia, termasuk Indonesia, di kampus Universitas RMIT (Royal Melbourne Institute of Technology), Melbourne, Australia, Jumat (22/5/2026). 

POS-KUPANG.COM - Australia, benua di selatan garis khatulistiwa, menjadi negara favorit tujuan mahasiswa Indonesia kuliah. 

Beberapa alasannya antara lain kualitas pendidikannya standar dunia. Hidup lebih nyaman dan murah. Multikultur atau majemuk. Nuansa Asia sangat berasa. Jaraknya dekat. 

Data Februari 2026, lebih dari 20 ribu orang Indonesia, kuliah di Negeri Kanguru.  Untuk lebih detail, simak laporan wartawan Tribun Network, Domu D. Ambarita, yang mengikuti perjalanan jurnalistik bersama Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, pekan lalu.

Kedutaan Besar Australia mengadakan kegiatan bertajuk Australia-Indonesia  Senior Editors Program, selama sepekan, pertengahan hingga akhir Mei ini. 

Delegasi dari Jakarta berjumlah enam orang, lima di antaranya pemimpin media berbagai platform. Seorang lainnya diplomat pada Kedubes Australia di Jakarta, Lucinda Kaval.

Delegasi berangkat dari bandara Soekarno Hatta, Sabtu sore, dan pulang Sabtu malam, seminggu kemudian. Kami menuju Changi, Singapura. Terjadwal lepas landas pukul 14.20 WIB, namun tertunda hampir satu jam, alasan faktor cuaca. 

Pesawat Singapore Airlines SQ959 akhirnya mengangkasa. Lama penerbangan 2 jam 5 menit. Kami menempati kelas bisnis.

Mendarat di Changi, langit senja. Kami transit, pindah pesawat. Tergesa-gesa. Berlari-lari menyusuri terminal satu ke terminal lainnya. Lalu menaiki kereta api bandara. Lanjut ke Perth, Australia Barat. 

Pesawat bertolak pukul 19.00 waktu Singapura yang sama dengan Wita. Lama penerbangan 5 jam 10 menit. Mendarat di Perth, tengah malam, pukul 23.55 waktu Perth, sama dengan Wita juga. Tiba di hotel, Minggu dinihari.

Rangkaian perjalanan di Australia, empat hari di Perth, Negara Bagian Australia Barat, kemudian terbang ke arah timur menuju Melbourne, Negara Bagian Victoria. Pesawat Qantas Airways terbang 3 jam 30 menit. 

Selisih waktu kedua kota 2 jam, Melbourne lebih cepat 2 jam, atau 3 jam duluan dari waktu Jakarta. Delegasi tiga hari di Victoria. Terbang ke Singapura dalam waktu tempuh hampir 8 jam.

Delegasi mengikuti serangkaian kegiatan yang padat. Sehari, rata-rata 4 pertemuan. Keluar hotel pukul 08.30. Selalu santap siang dengan relasi atau narasumber. Kembali larut malam, selalu setelah diakhiri santap malam. 

Jadwalnya antara lain berkunjung dan berdialog dengan murid-murid sekolah dasar yang belajar budaya dan Bahasa Indonesia, bertemu menteri, atlet, asosiasi, pebinis, kalangan akademisi, lembaga think-thank dan diplomat.

Delegasi berkunjung ke banyak kampus perguruan tinggi. Di Perth, berjumpa Dekan Fakultas Global dan ASEAN Universitas Curtin Dr Thor Kerr dan tim. 

Lokasinya di kampus School of Media, Creative Arts and Social Inquiry (MCASI). Di sini, delegasi bertemu dengan beberapa orang Indonesia, status dosen maupun mahasiswa doktoral.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved