Jumat, 5 Juni 2026

Kunjungan Megawati ke Timor Leste

Jelang Kunjungan Megawati ke Timor Leste, Jajaran PDIP Bertemu Pimpinan CNRT

Francisco menyatakan kesiapannya untuk menyambut Megawati dengan baik saat berkunjung ke Timor Leste pada Juli mendatang.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
KOMPAS.COM
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto saat memberikan keterangan kepada wartawan di Lenteng Agung pada Februari 2026 lalu. Hasto dan delegasi pada Rabu (3/6/2026) menemui pimpinan CNRT di Dili Timor Leste. 

POS-KUPANG.COM, DILI -  Delegasi PDI Perjuangan (PDIP) menemui pimpinan Partai Congresso Nacional da Reconstrucao de Timor (CNRT) pada Rabu (3/6/2026) malam.

Pertemuan antara pimpinan partai itu dilakukan untuk meminta dukungan agar kunjungan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri ke Dili pada Juli 2026 berjalan lancar. 

Adapum saat ini CNRT merupakan partai yang sedang berkuasa di Timor Leste.

Baca juga: Presiden Ramos Horta Temui Megawati, Perkuat Hubungan Timor Leste- Indonesia

Baca juga: Grand Colar Ordem de Timor Leste untuk Megawati

Dalam siaran persnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut pihaknya bertemu Sekretaris Jenderal CNRT yang juga Wakil Perdana Menteri Timor Leste Francisco Kalbuadi Lay di Kantor Pusat CNRT, Dili.

"Agar kunjungan Presiden Kelima Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ke Dili berjalan dengan sukses, lancar dan aman," ujar Hasto dikutip dari Kompas.com. 

Menanggapi permintaan tersebut, Francisco menyatakan kesiapannya untuk menyambut Megawati dengan baik saat berkunjung ke Timor Leste pada Juli mendatang.

Dalam pertemuan itu, Francisco juga menyinggung peran Megawati dan mantan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao dalam memperbaiki hubungan kedua negara setelah melewati masa-masa sulit.

Menurut dia, kedua tokoh tersebut memilih mengedepankan rekonsiliasi dibanding terus terjebak dalam konflik masa lalu.

"Sehingga orang kagum dan memuji ketika melihat hasil rekonsiliasi ini. Orang Indonesia dan Timor Leste jika bertemu sudah seperti saudara, melupakan dendam masa lalu dan bisa saling tertawa bersama," ujar Francisco.

Dia berharap hubungan antara CNRT dan PDIP dapat menjadi jembatan untuk mempererat hubungan Indonesia dan Timor Leste, tidak hanya dalam bidang politik tetapi juga kemanusiaan. 

Dalam kesempatan yang sama, Hasto mengatakan PDIP dan CNRT memiliki kesamaan sejarah perjuangan karena sama-sama lahir dari pengalaman menghadapi penindasan. 

"Jika CNRT gerilya di hutan, maka PDI Perjuangan bergerilya di kota," kata Hasto.

Adapun pertemuan itu adalah bagian dari rangkaian persiapan menjelang kunjungan Megawati ke Dili untuk menerima penghargaan tertinggi dari Pemerintah Timor Leste, yakni Grand Collar Order of Timor Leste.

Penghargaan tersebut akan diberikan atas jasa Megawati dalam mendorong rekonsiliasi antara Indonesia dan Timor Leste.

Dalam pertemuan itu, Hasto didampingi Ketua DPP PDIP Bidang Organisasi Andreas H. Pareira, Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDIP Andi Widjajanto, serta Direktur Luar Negeri PDIP Hanjaya Setiawan. Sementara itu, Francisco didampingi sejumlah pengurus CNRT, antara lain Wakil Ketua Umum Gil da Costa Monteiro, Menteri Dalam Negeri Fransisco da Costa Gutteres, dan Wakil Sekretaris Jenderal Jasinto Rigoberto Gomes de Deus. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved