Opini
Opini: Magnifica Humanitas, Kemanusiaan yang Agung
Magnifica Humanitas atau Kemanusiaan yang Agung menyorot secara khusus kemajuan teknologi Artificial Intelligence atau akal buatan.
Dengan terang pengertian ini, kita patut menyambut gembira terbitnya ensiklik Magnifica Humanitas sebagai amatan tajam dan teliti dalam terang wahyu, spiritualitas, magisterium dan keberpihakan untuk turut serta dalam membentuk secara benar prinsip keadilan sosial.
Sebagaimana ditegaskan Bapa Suci bahwa keadilan sosial, karena itu, dicirikan oleh kapasitas suatu tatanan sosial, ekonomi, dan politik untuk memungkinkan setiap orang terutama yang paling lemah (kaum Marhaen-pen), menjalani kehidupan yang sungguh-sungguh bermartabat, tanpa meninggalkan siapa pun.
Ensiklik ini mengugah tanggung jawab, transparansi, dan tata kelola AI karena sekali lagi, penggunaan AI tidak pernah merupakan suatu persoalan yang murni teknis: ketika ia memasuki proses-proses yang memengaruhi kehidupan orang, ia menyentuh hak-hak, kesempatan-kesempatan, status, dan kebebasan.
Dengan semangat ini, para pemegang otoritas kebijakan perlu berpikir dan bertindak serius akan regulasi penggunaan atau tata kelola AI daripada larut dan latah mempromosikan ketidakadilan melalui AI.
Regulasi diperlukan diimbangi dengan literasi dan advokasi agar sebagaimana ditandaskan Sri Paus Leo XIV bahwa AI harus menghormati martabat manusia dan sungguh-sungguh melayani kebaikan Bersama.
Tanggung jawab harus didefinisikan dengan jelas pada setiap tahap: dari mereka yang merancang dan mengembangkan sistem-sistem ini hingga mereka yang menggunakannya dan mengandalkannya untuk keputusan-keputusan konkret, memajukan keadilan dan partisipasi. (*)
Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News
| Opini - Praksis Pembebasan dan Inkulturasi Sejati Gereja Katolik di NTT |
|
|---|
| Opini: Indonesia Emas dan Produksi Kecemasan Nasional |
|
|---|
| Opini: Bunyi dan Hening |
|
|---|
| Opini - Ketika Tobat Menjadi Viral: Membaca Pengakuan Dosa Terbuka dalam Terang Teologi Pembebasan |
|
|---|
| Opini: Ketika Jepang Menyamai Belanda dan Mengingatkan Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Anggota-DPRD-Provinsi-NTT-dari-Partai-Demokrasi-Indonesia-Eman-Kolfidus.jpg)