Opini
Opini: Mimbar Digital
Ruang digital seperti kebun. Kalau semua buang sampah, ya bau. Tapi kalau tiap orang tanam satu bunga, lama-lama jadi taman yang asri.
Tayang:
Editor:
Dion DB Putra
Mimbar Digital sudah ada. Mau dipakai atau tidak, dia tetap bunyi 24 jam.
Pilihan kita cuma dua: diam dan biarkan diisi suara yang berisik? Atau ikut bicara dengan suara yang jernih.
Karena pada akhirnya, dunia digital ini cermin dunia nyata. Kalau kita mau ruang publik yang sehat, damai, dan cerdas, mulainya dari jempol kita sendiri. Mimbar sudah di tangan. Mari kita pakai sebaik-baiknya. (*)
Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News
Tags
Wilfrid Babun
Pater Wilfrid Babun
Mimbar Digital
Opini Pos Kupang
edukasi media sosial
Status Media Sosial
bijak bermedia sosial
Meaningful
Berita Terkait:#Opini
| Opini: Raja Ludwig II dan Pelajaran Tentang Kekuasaan |
|
|---|
| Opini - Ketika Allah Menjadi Dalit: Menemukan Sang Ilahi dalam Jeritan Kaum Tertindas |
|
|---|
| Opini - Nilai Sinodalitas dan Ekspresi Iman Kristiani dalam Tradisi Tuku Badut Desa Silawan Belu |
|
|---|
| Opini - Eklesiologi Kontekstual dalam Media dan Realitas: Tantangan atau Peluang |
|
|---|
| Opini: Mengurai Benang Kusut Dilema Penerimaan Mahasiswa Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Wilfrid-Babun-SVD-01.jpg)