Opini
Opini - Wajah Toleransi Kristiani di Nusa Tenggara Timur
Toleransi menjadi salah satu nilai yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan hidup bersama.
Dalam konteks kehidupan umat Katolik dan Protestan di NTT, pesan ini tampak nyata melalui berbagai bentuk kerja sama yang melampaui batas-batas perbedaan denominasi.
Selanjutnya, Paus Fransiskus melalui ensiklik Fratelli Tutti (2020) mengajak seluruh umat manusia untuk membangun persaudaraan universal.
Menurutnya, perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menutup diri, melainkan kesempatan untuk saling mengenal, berdialog, dan membangun kehidupan yang lebih damai.
Pesan tersebut sangat relevan dengan kehidupan masyarakat NTT yang mengedepankan nilai kekeluargaan dan persaudaraan sebagai bagian dari identitas sosial mereka.
Kehidupan harmonis antara umat Katolik dan Protestan di NTT menjadi bukti bahwa kasih Kristiani mampu mengatasi berbagai sekat perbedaan.
Toleransi yang tumbuh bukan sekadar slogan atau formalitas, melainkan nilai yang diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Melalui sikap saling menghormati, bekerja sama, dan menjaga persaudaraan, masyarakat menunjukkan bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan yang memperkaya kehidupan bersama.
Oleh karena itu, pengalaman hidup umat Kristiani di NTT memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat luas. Kasih Kristiani tidak hanya diajarkan di dalam Gereja, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan nyata melalui tindakan yang mencerminkan penghormatan terhadap sesama.
Ketika kasih ditempatkan di atas segala perbedaan, persaudaraan akan tumbuh, perdamaian akan terjaga, dan wajah Kerajaan Allah semakin nyata di tengah kehidupan manusia.
Dengan demikian, toleransi Kristiani yang hidup di NTT menjadi kesaksian bahwa kasih selalu memiliki kekuatan untuk mengalahkan perbedaan. (*)
Ikuti opini dan berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Alvares-Bukifan-ok.jpg)