Opini
Opini: Bola Kaki, Kepemimpinan dan Kepala Desa
Manusia tidak pernah menjadi dan hidup dari dirinya sendiri. Manusia akan kuat dan bisa hidup ketika orang lain juga menjadi bagian dari hidupnya.
Saat ini mereka dipercayakan untuk mengelola uang negara yang bertujuan membantu dan memakmurkan masyarakat.
Oleh karena itu, secara prinsipiil, mereka adalah pemimpin-pemimpin yang menentukan maju – mundurnya hidup masyarakat dalam berbagai aspek di wilayah tertentu.
Kepala desa yang mampu dan memiliki integritas, akan mampu memajukan kehidupan warga.
Rakyat akan merasakan bantuan dan pertolongan dari pemerintah pusat karena kepemimpinan kepala desa yang amanah.
Sebaliknya rakyat akan susah dan tidak merasakan bantuan pemerintah bila kepala desa menjalankan tugas dengan tidak benar.
Ada banyak kepala desa yang membuktikan diri sebagai pemimpin yang baik. Kebaikan mereka bisa dilihat bahwa mereka dipilih terus-menerus untuk beberapa periode.
Tanpa menyangkal bahwa ada kepala desa yang terpilih karena politisasi massa tetapi hal yang bagus bila negara ini melihat, tidak mengabaikan dan memprioritas juga kepala desa-kepala desa yang memiliki reputasi yang baik dan sungguh telah teruji di seluruh wilayah Indonesia; bekerja dan setia melayani warga, mempunyai perhatian untuk memajukan wilayahnya, tidak korupsi, mempunyai integritas, terpuji di mata warga dan sebagainya, diperhitungkan untuk jabatan-jabatan lain yang lebih tinggi.
Kesuksesan-kesukseksan para kepala desa tertentu, meskipun dalam lingkup kecil, sesungguhnya bukti kesetiaan dalam menjalankan tugas kepemimpinan.
Hal ini ditegaskan dalam spirit kristiani bahwa barang siapa yang setia dalam perkara-perkara kecil akan setia juga dalam perkara-perkara yang besar.
Ada kemungkinan orang–orang yang setia, matang dan berhasil dalam tugas–tugas kecil akan bertanggungjawab pula dalam menjalankan tugas-tugas yang lebih besar. Lagi, memilih orang karena kesaksian hidupnya adalah hal yang ideal.
Kesaksian hidup adalah modal atau nilai yang bisa obyektif atau dipertanggungjawabkan. Sekurang-kurangnya tidak memilih kucing dalam karung.
Tidak memilih orang yang tidak pernah membuktikan diri, dalam kepemimpin kecil sekalipun, bahwa dia bisa.
Semoga ada kepala desa, pemimpin-pemimpin kecil tapi hebat, bisa membentuk tim bersama presiden atau menjadi pemimpin-pemimpin di lembaga-lembaga lain yang mengurus bangsa dan negara ini.
Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa kepala desa berhasil karena memiliki skill, keahlian dan berintegritas untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam berbangsa dan bernegara.
Pertandingan bola kaki adalah pesta manusia sejagad sekaligus yang mengantar kita untuk mengerti spirit kerja sama dan menyadari pentingnya kesaksian dan kekuatan pribadi yang benar untuk menguatkan dan menyukses tim.
Selamat dan mari kita nonton Piala Dunia 2026. (*)
Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News
Polikarpus Mehang Praing
Piala Dunia 2026
Selebrasi Lokal 2026
Opini Pos Kupang
Lionel Messi
Cristiano Ronaldo
Timnas Argentina
Meaningful
| Opini - Di Era Self-Love, Masih Perlukah Pengakuan Dosa? |
|
|---|
| Opini: Ketika Otonomi Hanya Tinggal Nama |
|
|---|
| Opini: Refleksi Etika Ekologi- Mengapa Manusia Harus Bertanggungjawab pada Alam? |
|
|---|
| Opini - Tuhan Dalam Layar |
|
|---|
| Opini - Teologi Dalit di Tengah Revolusi AI: Martabat Kaum Tersisi dalam Perkembagan Era Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Polikarpus-Mehang-Praing-Romo-03.jpg)