Kamis, 11 Juni 2026

Opini

Opini - Membangun Generasi, Merawat Ibu dan Alam: Kajian Eko-feminisme Rosemary Ruether

Eko-feminisme Rosemary Ruether lahir dari kritik atas budaya patriarki, ketidakadilan sosial, dan krisis ekologis.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO
Yoseph Freinademetz Molo, mahasiswa Fakultas Filsafat Unwira Kupang. 

Opini - Membangun Generasi, Merawat Ibu dan Alam: Kajian Eko-feminisme Rosemary Ruether

Oleh: Yoseph Freinademetz Molo 
Mahasiswa Fakultas Filsafat Unwira Kupang

POS-KUPANG.COM - Program Indonesia emas 2045 telah dirancang sejak tahun 2019, pada masa kepemimpinan Joko Widodo, oleh Kementerian Pembangunan Nasional dengan berfokus pada pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia, yang mengacu pada visi utamanya yakni menjadikan Indonesia sebagai negara kesatuan yang berdaulat, maju, adil, dan makmur.

Indonesia emas 2045 tidak hanya dibangun secara eksistensi melalui sekolah-sekolah yang baik dan berkualitas, melainkan juga dari segi esensinya, rahim-rahim yang sehat dan perhatian yang diberikan bagi ibu hamil, mendukung lahirnya generasi berkualitas demi tercapainya program besar ini. 

Dalam upaya menghasilkan generasi yang bermutu, keluarga dilihat sebagai unsur pembentuk karakter dan kepribadian seseorang.

Namun bila di lihat dari segi peranan, ibu hamil menjadi unsur fundamen yang berperan penting dalam merancang dan melahirkan generasi-generasi berkualitas. 

Namun realitas yang terjadi, ibu hamil kurang mengalami perhatian sosial terhadap kebutuhan hidup serta nutrisi bagi dirinya sendiri dan bayi yang kandung.

Di Nusa Tenggara Timur (NTT), perhatian khusus bagi ibu hamil masih belum terlaksana sepenuhnya, terutama bagi mereka yang berada di daerah terpencil dengan minimnya fasilitas serta kendala akses transportasi. 

Hal ini pun kemudian mengakibatkan NTT menjadi wilayah kepulauan dengan rasio kematian ibu dan anak tertinggi di Indonesia.

Dilansir dari media BPS NTT berdasarkan data dari dinas kesehatan provinsi pada tahun 2025, NTT menorehkan angka kematian bayi berjumlah 984, dan balita sebanyak 1.012 jiwa (BPS NTT, 2025). 

Eko-feminisme: Relasi Dalam Kreasi 

Eko-feminisme yang dikembangkan oleh Rosemary Radford Ruether lahir dari kritik atas budaya patriarki, ketidakadilan sosial, dan krisis ekologis.

Ia adalah seorang teolog perempuan asal Amerika Serikat yang dalam refleksi teologisnya, dapat ditemukan adanya dualisme di mana perempuan serta alam berada di bawah kuasa laki-laki, yang melihat ketimpangan sosial yang menyamakan peran perempuan layaknya alam sebagai objek yang dapat dikuasai dan dieksploitasi secara berlebihan perempuan untuk melahirkan generasi tanpa sungguh-sungguh memperhatikan kebutuhan ibu hamil secara fisik, psikologi, sosial, spiritual maupun finansial, serta alam secara radikal dieksploitasi dan di keruk habis.

Ruether dalam pemikirannya ini bila di observasi secara lebih lanjut, sangat relevan dalam konteks peran perempuan di NTT

Masyarakat NTT yang masih sangat kental dengan budaya dan tradisi melihat hutan sebagai rumah dan ibu yang sebagai rahim serta penyedia kebutuhan pokok, maka kekayaan alam perlu untuk dilindungi juga dipelihara. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved