Rabu, 10 Juni 2026

Opini

Opini: Bola Kaki, Kepemimpinan dan Kepala Desa

Manusia tidak pernah menjadi dan hidup dari dirinya sendiri. Manusia akan kuat dan bisa hidup ketika orang lain juga menjadi bagian dari hidupnya. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI POLIKARPUS MEHANG PRAING
Polikarpus Mehang Praing 

Oleh:  Rm. Polikarpus Mehang Praing, Pr
Dosen Fakultas Filsafat  Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Nusa Tenggara Timur.

POS-KUPANG.COM -  Pertandingan bola kaki sejagat dimulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Kali ini berlangsung di tiga negara Amerika Utara; Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Ada 48 negara yang akan mengikuti Piala Dunia 2026.  

Banyak orang yang sudah membuat prediksi negara–negara yang akan masuk babak perempat final, seperti Argentina dan Prancis. Kedua negara ini menjalani finalis pada Piala Dunia tahun 2022 di Qatar. 

Tetapi ada juga yang mendukung negara-negara lain seperti Brasil, Spanyol, Jerman dan Portugal. 

Alasannya karena mereka mempunyai pemain-pemaian bintang dan berpengalaman serta pelatih-pelatih yang hebat. Meskipun demikian, namanya prediksi, belum pasti. 

Baca juga: Kapten Perse Ende Adi Atep Dukung Inggris, Tapi Berharap Portugal Juara Piala Dunia

Peminat bola kaki juga sangat antusias ingin menyaksikan pertandingan bola kaki sejagat ini karena kehadiran dua mega bintang dunia yaitu Cristiano Ronaldo dari Portugal dan Lionel Messi dari Argentina. 

Kedua pemain ini sangat populer karena prestasi atau penghargaan yang mereka peroleh baik bersama tim maupun secara individu. Misalnya Ronaldo pernah mendapat ballon d’or 5 dan Leonel Messi sebanyak 8 kali. 

Hanya mereka berdua yang bisa meraih penghargaan ini berulang-ulang. Dua mega bintang ini memiliki banyak fans di muka bumi.

Di balik kemegahan yang nampak, seperti banyaknya negara yang mengikuti pertandingan ini, adanya pemain-pemaian bintang, adalah filosofi bola kaki tentang kerja sama. 

Ini sangat kental dan diterapkan dalam tim  dalam suatu pertandingan. Kerja sama merupakan roh yang harus dihidupkan sebuah tim untuk melawan musuh atau tim lain. 

Kalaupun masing-masing orang mempunyai skill pribadi tetapi itu dipakai untuk memperkuat kerja sama. Kesebelas orang pemain, dalam satu tim, saling memberi, memahami  dan menguatkan saat memainkan si kulit bundar dalam lapangan. 

Kerja sama inilah yang bisa membuat mereka bisa kuat melawan musuh atau memperoleh kemenangan lewat gol-gol yang diciptakan.

Filosofi kerja sama dalam bola kaki juga bahasa nyata dari eksistensi manusia sebagai mahkluk sosial. Manusia itu adalah pribadi yang selalu membutuhkan orang lain. 

Manusia tidak pernah menjadi dan hidup dari dirinya sendiri. Manusia akan kuat dan bisa hidup hanya ketika orang lain juga menjadi bagian dari hidupnya. 

Dalam konteks bola kaki, setiap orang dituntut untuk masuk dan membentuk tim, dalam hidupnya bersama orang lain, seperti membentuk persekutuan keluarga, kelompok persaudaraan, komunitas iman dan sebagainya. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved