Opini
Opini: Bola Kaki, Kepemimpinan dan Kepala Desa
Manusia tidak pernah menjadi dan hidup dari dirinya sendiri. Manusia akan kuat dan bisa hidup ketika orang lain juga menjadi bagian dari hidupnya.
Atas dasar ini pula kita bermartabat, kuat serta mencapai kesuksesan dalam setiap harapan dan mimpi. Misalnya ketika sakit, ada yang mendoakan atau mengunjungi kita; saat kesulitan uang ada orang yang bisa membantu kita dan sebagainya.
Dalam istilah bola kaki terciptanya gol-gol yang indah dan menakjubkan karena hidup bersama dan ditopang oleh orang lain.
Kerja sama atau persekutuan sebagai tim makin kuat kalau setiap orang mempunyai juga skill individu.
Dengan kata lain tim yang dibangun makin hebat bila orang-orangnya berpengalaman, memiliki skill, matang secara emosional dan sebagainya.
Kemampuan pribadi sumbangan penting dalam menguatkan atau mengokohkan tim. Itulah sebabnya pelatih-pelatih bola kaki, saat memilih pemain, sangat mendunia.
Pemilihan pemain tidak hanya pemain–pemain yang bermain di negaranya sendiri tetapi semua mereka yang bermain di luar negaranya sambil mempertimbangkan kehebatan dan kemampuan individunya.
Tidak ada pelatih yang memilih pemain dengan kemampuan terbatas menghadapi tim lain, apalagi dalam konteks Piala Dunia, mempunyai intensi untuk menjadi juara.
Baca juga: Timnas Spanyol Diprediksi Mengulangi Sejarah 16 Tahun Lalu di Piala Dunia 2010
Filosofi bola kaki ini bisa menjadi filosofi yang dipakai dalam dunia kepemimpinan.
Seorang pemimpin, misalnya presiden bersama menteri-menterinya, adalah tim dan harus bekerja sama. Kerja sama perlu ada.
Apalagi negara luas seperti Indonesia dengan ribuan pulau, latar belakang warga yang bermacam-macam; suku, agama, budaya, tingkat pendidikan dan sebagainya. Tambah lagi dengan cita-cita Indonesia emas di tahun 2045. Kerja sama akan membuat semua program bisa dikontrol dan dijalankan.
Kerja sama ini, seperti dalam dunia bola kaki, akan makin hebat bila setiap individu, yakni setiap menteri, memiliki skill, keahlian dan berintegritas.
Semua menteri harus menciptakan komunikasi dan kolaborasi untuk melayani masyarakat. Selain itu setiap menteri memegang visi dan misi negara dan bangsa Indonesia yang sama yakni memajukan dan memakmurkan rakyat.
Tidak boleh menteri membuat misinya sendiri atau bekerja demi kepentingan sendiri. Presiden dan menteri-menterinya adalah tim yang paling menentukan dalam menciptakan gol-gol seperti Indonesia emas 2045.
Bila pemain bola diseleksi lintas negara, bisa juga menteri-menteri atau pemimpin-pemimpin di setiap lembaga negara dipilih dari kepala desa-kepala desa yang sukses.
Kepala desa adalah pemimpin eksekutif paling rendah di suatu wilayah tertentu dengan jumlah penduduk yang terbatas.
Polikarpus Mehang Praing
Piala Dunia 2026
Selebrasi Lokal 2026
Opini Pos Kupang
Lionel Messi
Cristiano Ronaldo
Timnas Argentina
Meaningful
| Opini - Di Era Self-Love, Masih Perlukah Pengakuan Dosa? |
|
|---|
| Opini: Ketika Otonomi Hanya Tinggal Nama |
|
|---|
| Opini: Refleksi Etika Ekologi- Mengapa Manusia Harus Bertanggungjawab pada Alam? |
|
|---|
| Opini - Tuhan Dalam Layar |
|
|---|
| Opini - Teologi Dalit di Tengah Revolusi AI: Martabat Kaum Tersisi dalam Perkembagan Era Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Polikarpus-Mehang-Praing-Romo-03.jpg)