Opini
Opini: Refleksi Etika Ekologi- Mengapa Manusia Harus Bertanggungjawab pada Alam?
Kehidupan memiliki kecenderungan bawaan untuk mempertahankan keberadaannya melawan ketiadaan atau kematian.
Ini adalah kewajiban ontologis mutlak yang mengikat setiap subjek rasional. Kita yang hidup di era kontemporer memikul utang eksistensial terhadap generasi yang belum lahir.
Mengeksploitasi sumber daya kosmis secara ugal-ugalan demi pertumbuhan ekonomi jangka pendek adalah bentuk kejahatan moral antargenerasi, karena kita secara sadar mewariskan bumi yang rusak dan tidak layak huni bagi anak-cucu kita kelak.
Refleksi etika ekologi Hans Jonas ini menghentak kesadaran kita untuk segera melakukan dekonstruksi cara pandang.
Kita tidak boleh lagi menjadi penonton pasif di tengah arus perusakan alam yang dilegitimasi atas nama pembangunan. Alam bukanlah "mesin uang" yang dapat terus-menerus diperas tanpa batas penat.
Krisis iklim dan degradasi lingkungan yang terjadi hari ini merupakan alarm kosmis yang menyalak keras bagi kita, menandakan bahwa manusia telah gagal menjalankan perannya sebagai agen moral yang bertanggung jawab.
Kesimpulannya, memulihkan hubungan manusia dengan alam mengharuskan kita untuk mengintegrasikan kembali kosmologi ke dalam sistem etika kita.
Kita wajib bertransisi dari paradigma antroposentrisme yang egois menuju ekosentrisme yang bertanggung jawab.
Jika kita menolak untuk berubah dan tetap melanggengkan kebiasaan eksploitatif ini, kita tidak hanya sedang menghancurkan keanekaragaman hayati dan stabilitas ekosistem bumi.
Lebih dari itu kita sedang secara perlahan menulis surat eliminasi bagi masa depan peradaban kemanusiaan itu sendiri.
Sudah saatnya kita bertindak dengan kesadaran kosmis: merawat alam semesta hari ini, demi menjamin denyut nadi kehidupan esok hari bagi kita dan generasi setelah kita. (*)
Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News
Christian Charlie Muda
Opini Pos Kupang
merawat bumi
Hans Jonas
Waspada Bencana Banjir dan Longsor
Meaningful
NTT
Nusa Tenggara Timur
| Opini - Tuhan Dalam Layar |
|
|---|
| Opini - Teologi Dalit di Tengah Revolusi AI: Martabat Kaum Tersisi dalam Perkembagan Era Digital |
|
|---|
| Opini - Membangun Generasi, Merawat Ibu dan Alam: Kajian Eko-feminisme Rosemary Ruether |
|
|---|
| Opini: Air, Stunting, dan Rintihan Ekologi NTT |
|
|---|
| Opini: Generasi Cepat Bosan dan Matinya Kedalaman Berpikir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Christian-Charlie-Muda.jpg)