Opini
Opini: Membangun Resiliensi Kota Lewat Aksi-Aksi Iklim Berbasis Alam
Sistem Mamar di Timor Barat, misalnya, menunjukkan bagaimana kebijaksanaan tradisional menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
NbS dapat menjadi wadah yang menghubungkan berbagai agenda sekaligus; mulai dari konservasi ekosistem, pengendalian pencemaran, hingga pembangunan berkelanjutan.
Peluang untuk ini bisa dilakukan lewat evaluasi capaian-capaian IKLH dan IRLH (Indeks Respon Lingkungan Hidup).
Dua indeks ini bisa membantu memberi arahan respons daerah apa saja yang dibutuhkan bagi perbaikan kualitas lingkungan hidup.
Sebagai contoh, rehabilitas lahan-lahan kritis di sepanjang daerah aliran sungai, pengendalian sampah sungai, inventarisasi sumber pencemaran, dan pengendalian pembuangan limbah domestik ke badan air memungkinkan adanya perbaikan kualitas air.
Hal ini kemudian mempengaruhi kualitas lingkungan pesisir dan mutu air laut.
Sama halnya, pengembangan ruang terbuka hijau dan taman keanekaragaman hayati (KEHATI) bisa diintegrasikan dengan perbaikan kualitas udara di kawasan transportasi, mengendalikan pencemaran air tanah dan kebisingan lalu lintas, dan melestarikan flora dan fauna lokal.
Efektivitasnya bisa dievaluasi dalam capaian-capaian IKLH dan Indeks KEHATI.
Integrasi ini perlu didukung dengan penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan kapasitas para pemangku kepentingan dalam penyediaan data dan informasi lingkungan, keterbukaan akses bagi data-data pendukung yang dibutuhkan, monitoring dan evaluasi berkala, maupun komunikasi informasi lingkungan.
Hari Lingkungan Hidup 2026 mengingatkan kita bahwa resiliensi tidak bisa dibangun dengan fokus pada satu isu.
Di tengah tantangan iklim, alam bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk merajut masa depan berkelanjutan.
Nature-based Solutions menjadi wadah yang menyatukan kearifan lokal, ilmu pengetahuan, dan aksi nyata.
Dengan langkah bersama, Kota Kupang dapat memperkuat narasi lingkungannya—dari isu sampah menuju ketahanan iklim yang menyeluruh—agar generasi mendatang mewarisi Kota Kupang sebagai rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Vebronia-Solo.jpg)