Opini
Opini: Children helping Children a la Pangeran Cilik
Anak-anak perlu dibiarkan bertumbuh dalam dunianya yang penuh kepolosan sambil tetap diarahkan untuk membangun relasi yang sehat.
Dalam dunia mereka, kebersamaan sering kali lebih penting daripada kompetisi.
Namun, tidak jarang orang dewasa memaksakan cara pandangnya kepada anak-anak.
Sejak dini, mereka diajarkan untuk mengejar prestasi, menjadi yang terbaik, dan memenangkan persaingan.
Akibatnya, anak-anak perlahan meninggalkan dunia mereka yang penuh imajinasi dan mulai melihat sesamanya sebagai pesaing.
Mereka belajar mengukur nilai seseorang berdasarkan pencapaian yang tampak, bukan berdasarkan kualitas relasi yang dibangun.
Di sinilah kritik Pangeran Cilik menjadi relevan. “Apa yang esensial tidak selalu tampak oleh mata” (What is essentials is invisible to the eyes).
Persahabatan, kepedulian, dan kesetiaan tidak dapat dihitung secara matematis, tetapi justru itulah yang membuat hidup manusia menjadi bermakna.
Dewasa ini Children Helping Children perlu dipahami sebagai upaya menumbuhkan kembali imajinasi kolektif tentang kebersamaan.
Anak-anak perlu diberi kesempatan untuk merawat benih-benih kebaikan yang telah ada dalam diri mereka.
Mereka perlu belajar bahwa tindakan sederhana seperti mendengarkan, menemani, berbagi, dan menolong sesama memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada yang terlihat.
Tindakan-tindakan kecil tersebut mungkin tidak menghasilkan keuntungan yang dapat dihitung, tetapi mampu membentuk generasi yang lebih peka terhadap sesama.
Pada akhirnya, tantangan terbesar manusia zaman bukanlah membuat anak-anak semakin mahir menggunakan teknologi, melainkan memastikan bahwa mereka tetap menjadi manusia yang mampu mencintai dan dicintai.
Anak-anak perlu dibiarkan bertumbuh dalam dunianya yang penuh kepolosan sambil tetap diarahkan untuk membangun relasi yang sehat dengan sesamanya.
Sebab, ketika anak-anak belajar membantu anak-anak lain, mereka sedang mempersiapkan masa depan yang lebih manusiawi.
Seperti yang diajarkan oleh Pangeran Cilik, hal-hal yang paling penting dalam hidup sering kali justru lahir dari tindakan-tindakan kecil yang tidak diperhitungkan oleh logika orang dewasa. (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
Antonius Guntramus Plewang
Children helping Children
Pangeran Cilik
digitalisasi
Opini Pos Kupang
Meaningful
Universitas Sanata Dharma
| Opini: Makna Pentahbisan Diakon dalam Perspektif Thomas Aquinas tentang Penggerak Pertama |
|
|---|
| Opini: Pelajaran dari Pancasila bagi Kebijakan Satu Peta |
|
|---|
| Opini: Ketika Luka Menjadi Pemandangan- NTT dan Kelelahan Merawat Sesama |
|
|---|
| Opini: Doxa Kapitalistik vs Aletheia Masyarakat- Menguji Pancasila dari Hutan Papua |
|
|---|
| Opini: Ekonomi Politik Ketakutan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Antonius-Guntramus-Plewang.jpg)