Opini
Opini: Ketika Sebuah Gestur Menjadi Vonis
Kita sedang membangun budaya di mana simbol lebih menentukan daripada substansi. Dan itu berbahaya.
Padahal demokrasi membutuhkan kedewasaan yang lebih dalam dari itu. Kritik tetap penting. Pengawasan tetap wajib. Tetapi keadilan dalam menilai juga sama pentingnya.
Karena demokrasi bukan sekadar hak untuk bereaksi. Demokrasi juga adalah kemampuan untuk menahan diri agar tidak terlalu cepat menjatuhkan vonis.
Pada akhirnya, pertanyaan paling penting bukanlah apakah seorang gubernur memegang telepon genggam dalam satu momen tertentu.
Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: apakah pemerintahan ini bekerja? Apakah rakyat merasakan manfaatnya? Apakah keputusan-keputusan yang diambil bergerak ke arah perbaikan?
Karena jika jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu positif, maka satu gestur seharusnya menjadi catatan kecil, bukan hukuman seumur hidup. Dan jika jawabannya negatif, maka kritik kita seharusnya diarahkan pada hal yang benar-benar penting. Bukan sekadar pada sebuah foto. (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Tasogare-Suus-Nenobais.jpg)