Opini
Opini: Fiat Maria dan Krisis Iman Modern
Maria tidak hanya dikenang sebagai Bunda, tetapi dihidupi sebagai cara berada sebagai murid Kristus di dunia hari ini.
d. Maria sebagai ibu yang membentuk relasi, bukan dominasi
Dalam dunia yang penuh konflik dan polarisasi, Maria menghadirkan spititualitas keibuan: merangkul, mendengarkan, dan membangun persekutuan.
Penutup: Dari Ritual ke Pertobatan
Bulan Maria seharusnya tidak berhenti pada altar yang dihiasi bunga atau Rosario yang diulang setiap malam. Ia harus menjadi jalan pertobatan eksistensial.
Akhirnya reflesksi kritis membawa kita pada satu pertanyaan mendasar: Apakah kita menghormati Maria, ataukah kita meniru imannya?
Jika Bulan Maria hanya berhenti pada penghormatan, maka ia menjadi nostalgia religius.
Tetapi jika ia menggerakkan perubahan hidup ke arah kerendahan hati, keberanian, dan keterbukaan pada kehendak Allah, maka Bulan Maria menjadi jalan keselamatan yang konkret.
Dengan demikian, Maria tidak hanya dikenang sebagai Bunda, tetapi dihidupi sebagai cara berada sebagai murid Kristus di dunia hari ini. (*)
Simak berita, artikel opini atau cerpen POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Matheus-Tnopo.jpg)