Kamis, 30 April 2026

Opini

Opini - Membaca Fenomena Bunuh Diri di NTT

Fenomena bunuh diri di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO
Naaman Renaldus Bonlae. 

Kolaborasi dan Partisipasi: Kunci Penanganan Berkelanjutan

Pendekatan collaborative governance menekankan pentingnya keterlibatan berbagai aktor dalam penyelesaian masalah publik (Ansell & Gash, 2008).

Dalam konteks ini, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil, komunitas, lembaga keagamaan, serta sektor swasta.

Organisasi kepemudaan, komunitas lokal, dan media memiliki peran strategis dalam membangun ruang dialog yang aman dan tidak menghakimi. Mereka dapat menjadi aktor yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya kelompok muda yang rentan.

Inisiatif seperti kampanye digital, diskusi publik, dan program edukasi berbasis komunitas dapat menjadi instrumen efektif dalam meningkatkan kesadaran dan mengurangi stigma.

Partisipasi masyarakat juga menjadi elemen penting dalam keberhasilan kebijakan. Arnstein (1969) menekankan bahwa partisipasi yang bermakna tidak hanya meningkatkan legitimasi kebijakan, tetapi juga efektivitas implementasi.

Dalam konteks ini, masyarakat perlu didorong untuk berani berbicara, saling mendukung, dan tidak lagi memandang kesehatan mental sebagai isu yang tabu.

Arah Kebijakan: Dari Reaktif ke Preventif dan Kolaboratif

Untuk merespons fenomena ini, diperlukan pergeseran paradigma kebijakan dari reaktif menuju preventif dan kolaboratif.

Pemerintah daerah perlu mulai menempatkan kesehatan mental sebagai prioritas kebijakan dengan merumuskan program yang komprehensif dan berkelanjutan.

Langkah konkret yang dapat dilakukan antara lain:

Pertama, Integrasi layanan kesehatan mental dalam fasilitas kesehatan primer. 

Kedua, Penyediaan layanan konseling yang mudah diakses, termasuk berbasis digital. 

Ketiga, Edukasi kesehatan mental di sekolah dan perguruan tinggi. 

Keempat, Penguatan sistem rujukan dan pendampingan berbasis komunitas. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved