Rabu, 29 April 2026

Opini

Opini: Digitalisasi Pendidikan, Artificial Intelligence dan Cognitive Debt

BPS mencatat 72,78 persen penduduk Indonesia telah mengakses internet pada 2024, naik dari 69,21 persen pada 2023. 

Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI I PUTU YOGA BUMI PRADANA
I Putu Yoga Bumi Pradana 

Penekanannya bukan pada seberapa banyak AI dipakai, tetapi pada kompetensi apa yang harus dipertahankan, diubah, atau bahkan ditambahkan ketika mesin makin piawai menghasilkan teks, merangkum informasi, dan menawarkan solusi. 

Ini berarti sekolah tidak cukup hanya mengajarkan penggunaan AI. Sekolah harus memastikan bahwa penalaran, penilaian, dan kemampuan memahami konteks tetap menjadi inti pendidikan. 

Menyelamatkan inti pendidikan

Karena itu, koreksi yang dibutuhkan bukan penolakan terhadap teknologi, melainkan penertiban logikanya. 

Pertama, AI harus diposisikan sebagai alat bantu berpikir, bukan pengganti berpikir. 

Kedua, sistem evaluasi harus lebih menghargai jejak penalaran daripada sekadar keluaran akhir. 

Ketiga, guru harus diperlengkapi bukan hanya secara teknis, tetapi juga secara pedagogis agar mampu membatasi kapan AI membantu dan kapan siswa harus bergulat sendiri. 

Keempat, negara perlu lebih jujur bahwa digitalisasi adalah sarana, bukan tujuan. 

Keberhasilan pendidikan tidak diukur dari seberapa cepat mesin bekerja, tetapi dari seberapa kuat manusia tetap mampu berpikir di tengah godaan kemudahan. 

Pada akhirnya, digitalisasi pendidikan memang peluang. Namun AI juga membawa ironi yang tidak kecil. 

Ia dapat membuat siswa tampak lebih cepat, lebih rapi, dan lebih produktif, sembari diam-diam mengikis kerja mental yang membentuk kecakapan intelektual. 

Di situlah utang kognitif bekerja. Manfaat instan hari ini dibayar dengan melemahnya kapasitas bernalar esok hari. 

Sekolah yang baik bukan sekolah yang paling cepat menghasilkan jawaban. Sekolah yang baik adalah sekolah yang paling disiplin menjaga manusia tetap berpikir. (*)

Simak berita, artikel opini atau cerpen POS-KUPANG.COM di Google News

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved