Opini
Opini: Moke - Antara Warisan Budaya, Ekonomi Rakyat dan Negara yang Gamang
Moke memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif dan pariwisata.
Pendekatan semacam itu hanya menyentuh gejala, bukan akar masalah. Yang dibutuhkan adalah kebijakan yang lebih cerdas, yang mampu mengintegrasikan aspek budaya, ekonomi, dan kesehatan secara seimbang.
Negara perlu berani keluar dari pendekatan hitam-putih antara legal dan ilegal, dan mulai membangun regulasi yang kontekstual.
Produksi moke tradisional dapat dilegalkan secara terbatas melalui mekanisme izin khusus, disertai dengan standardisasi proses untuk menjamin keamanan dan kualitas.
Dengan demikian, risiko kesehatan dapat ditekan tanpa mematikan sumber penghidupan masyarakat.
Selain itu, moke memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif dan pariwisata.
Dengan pengelolaan yang tepat, moke dapat diposisikan sebagai produk khas daerah yang bernilai ekonomi tinggi, sebagaimana yang mulai terjadi pada minuman tradisional di daerah lain.
Upaya ini tentu harus dibarengi dengan program pemberdayaan yang nyata, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi juga subjek yang aktif dalam proses pembangunan.
Lebih jauh lagi, negara harus menyadari bahwa akar persoalan tidak terletak pada moke itu sendiri, melainkan pada kondisi struktural yang melingkupi masyarakat.
Selama kemiskinan, keterbatasan akses, dan minimnya peluang ekonomi masih menjadi realitas, produksi moke akan tetap berlangsung.
Penyitaan tidak akan menghilangkan praktik tersebut, melainkan hanya mendorongnya ke ruang yang lebih tersembunyi dan sulit diawasi.
Pada titik ini, cara negara memperlakukan moke menjadi cermin dari bagaimana ia memandang rakyat kecil.
Apakah mereka dilihat sebagai subjek yang harus dilindungi, atau sebagai objek yang harus dikendalikan?
Menegakkan hukum adalah kewajiban, tetapi menegakkannya tanpa keadilan akan menggerus legitimasi itu sendiri.
Negara tidak boleh hanya kuat dalam menindak, tetapi juga harus bijak dalam memahami.
Moke mengajarkan bahwa realitas sosial tidak pernah sederhana. Ia mengandung dimensi budaya, ekonomi, dan kemanusiaan yang saling berkelindan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Allexandro-B-K-Rato.jpg)