Opini
Opini: El Nino Godzilla, Potensi Bias Risiko dan Arah Kebijakan
Di Indonesia, fenomena ini sering dibungkus dengan istilah sensasional—Godzilla, seolah ancaman harus diperbesar agar dipercaya.
Sejarah memberikan pelajaran yang jelas. El Nino 1997–1998 menyebabkan penurunan produksi pangan dan krisis ekonomi di Indonesia. El Nino 2015–2016 memicu kebakaran hutan besar dan kabut asap lintas negara.
Bahkan secara global, lebih dari 60 juta orang terdampak ketidakamanan pangan akibat fenomena ini.
Dengan kata lain, El Nino bukan peristiwa baru. Yang baru adalah seberapa siap kita menghadapinya.
Arah Kebijakan
Untuk keluar dari jebakan ini, diperlukan pergeseran mendasar. Pertama, kebijakan harus berbasis kerentanan spesifik. Data iklim harus dipadukan dengan data kemiskinan, akses air, dan struktur penghidupan.
Kedua, pemerintah harus bergerak dari early warning menuju early livelihood protection. Peringatan dini harus memicu tindakan sebelum krisis terjadi, bukan setelah dampak meluas.
Ketiga, pendekatan harus lintas sektor. Kekeringan menyentuh pangan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan sekaligus.
Keempat, masyarakat harus menjadi bagian dari solusi. Pengetahuan lokal tentang air dan musim adalah modal yang tidak bisa digantikan oleh data teknis semata.
Pada akhirnya, El Nino 2026 bukan sekadar fenomena iklim. Ia adalah ujian bagi negara: apakah mampu membaca risiko secara utuh, atau kembali terjebak dalam ilusi bahwa data dan infrastruktur sudah cukup.
Sebab yang paling berbahaya dari musim kering bukan hanya langit yang tak lagi menurunkan hujan, tetapi kebijakan yang gagal memahami siapa yang paling dulu kehilangan kehidupan. (*)
Simak berita, artikel opini atau cerpen POS-KUPANG.COM di Google News
I Putu Yoga Bumi Pradana
Opini Pos Kupang
Dampak Buruk El Nino
NTT waspadai El Nino
El Nino
El Nino di Indonesia
NTT Siaga Kekeringan
kemarau panjang
| Opini: SiLPA NTT 2025- Ketika Sisa Anggaran Menjadi Cermin Kegagalan Serapan |
|
|---|
| Opini: Martabat Perempuan di NTT dalam Terang Dokumen Mulieris Dignitatem |
|
|---|
| Opini: Saatnya Kita Bangun Masyarakat Interkultural |
|
|---|
| Opini - Suanggi Dalam Pertarungan Pengetahuan: Antara Keyakinan Lokal dan Rasionalitas Moderen NTT |
|
|---|
| Opini - Budaya yang Mengalir: Reinterpretasi Tradisi Lokal NTT melalui Kosmologi Heraklitos |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/I-Putu-Yoga-Bumi-Pradana-01.jpg)