Opini
Opini: Saatnya Kita Bangun Masyarakat Interkultural
Selama beberapa dekade pasca-reformasi, diskursus kebangsaan kita terjebak pada euforia "toleransi".
Pada akhirnya, menjadi masyarakat interkultural adalah tentang memilih untuk melihat wajah manusia dalam diri siapa pun yang kita temui, melampaui label agama, suku, atau golongannya.
Ini adalah pilihan untuk percaya bahwa dalam keberagaman, Semesta sedang menenun kain kebangsaan yang lebih kuat, lebih indah, dan lebih bermartabat.
Mari kita ambil bagian dalam penenunan agung ini, dengan benang kasih dan jarum dialog, demi Indonesia yang tidak hanya beragam, tetapi benar-benar satu dalam kemanusiaan yang utuh. (*)
Simak berita, artikel opini atau cerpen POS-KUPANG.COM di Google News
interkultural
masyarakat interkultural
Redegundis Kesa
Opini Pos Kupang
Perkuat Toleransi dan Kepedulian
toleransi
Meaningful
| Opini - Suanggi Dalam Pertarungan Pengetahuan: Antara Keyakinan Lokal dan Rasionalitas Moderen NTT |
|
|---|
| Opini - Budaya yang Mengalir: Reinterpretasi Tradisi Lokal NTT melalui Kosmologi Heraklitos |
|
|---|
| Opini: Duduk Melingkar Bersama Guru- Proficiat, Prof. Otto Gusti Madung |
|
|---|
| Opini: Imam Cendekiawan Organik |
|
|---|
| Opini: Paradoks Hari Kartini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Redegundis-Kesa-FAdM.jpg)