Senin, 20 April 2026

Opini

Opini: Pendidikan sebagai Jalan Pemulihan Martabat Manusia di Era Modern

Pendidikan dapat menjadi jalan yang efektif untuk membangun masyarakat yang lebih adil, manusiawi, dan bermartabat

Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM/HO-FOTO BUATAN AI
ILUSTRASI 

Dalam filsafat Immanuel Kant, manusia dipandang sebagai tujuan pada dirinya sendiri (end in itself), bukan sekadar alat bagi tujuan orang lain. 

Martabat manusia merupakan sebuah ide normatif yang melampaui batasan budaya, agama, ideologi, dan bahkan pandangan hidup yang baik. 

Oleh karena itu, martabat manusia sebaiknya dilihat sebagai sebuah hubungan persahabatan yang menyeluruh. 

Dengan memaknai persahabatan sebagai suatu konsep metafisik yang tidak akan pernah pudar, berbagai bentuk kejahatan dan penderitaan manusia dapat dihadapi secara terus-menerus.

Dalam perspektif teologi Kristen, martabat manusia bersumber dari keyakinan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah atau imago Dei. 

Dalam konteks sosial, martabat manusia tercermin dalam hak asasi manusia, seperti hak atas pendidikan, kesehatan, kebebasan, dan perlindungan hukum. 

Namun, di era modern, martabat manusia sering tereduksi oleh berbagai faktor, seperti kemiskinan, ketidakadilan pendidikan, eksploitasi ekonomi, dan dominasi teknologi yang mengabaikan dimensi kemanusiaan. 

Oleh karena itu, pendidikan harus menjadi sarana utama untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kemanusiaan dan membangun kesadaran kritis terhadap realitas sosial.

Pendidikan sebagai Proses Humanisasi

Pendidikan pada hakikatnya adalah proses humanisasi, yaitu proses memanusiakan manusia. 

Pendidikan juga menekankan bahwa dalam prosen pendidikan harus dapat membebaskan manusia dari penindasan dan ketidaksadaran. 

Pendidikan yang membebaskan mendorong peserta didik untuk menjadi subjek aktif dalam memahami realitas dan bertindak untuk mengubahnya.

Dalam konteks ini, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan sikap, nilai, dan kepribadian. 

Pendidikan yang humanis menempatkan peserta didik sebagai pribadi yang utuh, bukan sekadar objek pembelajaran. 

Guru berperan sebagai fasilitator yang mendampingi peserta didik dalam proses pencarian makna dan pengembangan potensi diri.

Tantangan Pendidikan di Era Modern

Era modern ditandai oleh kemajuan teknologi informasi, globalisasi, dan perubahan sosial yang cepat. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved