Opini
Opini - Kosmologi Herakleitos dan Krisis Ekologi NTT: Membaca Perubahan, Menemukan Keseimbangan
Filsuf Yunani kuno, Herakleitos, pernah mengatakan bahwa realitas selalu berubah “panta rhei”, segala sesuatu mengalir.
Opini - Kosmologi Herakleitos dan Krisis Ekologi NTT: Membaca Perubahan, Menemukan Keseimbangan
Oleh: Frater Kristoforus Alfaris
(Mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang)
POS-KUPANG.COM - Filsuf Yunani kuno, Herakleitos, pernah mengatakan bahwa realitas selalu berubah “panta rhei”, segala sesuatu mengalir.
Dunia bukan sesuatu yang tetap, melainkan proses yang terus menjadi. Namun perubahan itu tidak kacau, sebab diatur oleh logos, yakni hukum rasional yang menjaga keteraturan kosmos.
Cara pandang ini menjadi relevan ketika kita membaca krisis ekologi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Alam bukan sekadar objek mati, tetapi realitas hidup yang dinamis dan menuntut keseimbangan.
Kondisi ekologis NTT menunjukkan tanda-tanda tekanan serius.
Data dari Badan Pusat Statistik Provinsi NTT mencatat bahwa kekeringan dan bencana alam terus berulang di berbagai wilayah, dengan dampak pada ribuan masyarakat setiap tahun.
Pola ini tidak berhenti, melainkan berlanjut hingga awal 2026 sebagai fenomena struktural.
Dari sisi iklim, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melalui Stasiun Klimatologi NTT melaporkan bahwa curah hujan berada pada kategori menengah (sekitar 201–300 mm/bulan), tetapi dengan distribusi yang tidak merata. Artinya, sebagian wilayah mengalami kelebihan air, sementara wilayah lain justru kekurangan.
Lebih lanjut, laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam Buletin Klimatologi Maret 2026 menegaskan adanya potensi kekeringan akibat perubahan pola musim yang berdampak langsung pada sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang pada April 2026 menyatakan bahwa NTT telah memasuki masa pancaroba menuju kemarau, yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, banjir lokal, dan kekeringan lanjutan.
Data-data ini menunjukkan satu hal penting: realitas ekologis NTT adalah realitas yang terus berubah kadang ekstrem basah, kadang ekstrem kering. Inilah gambaran konkret dari dunia yang “mengalir”.
Pendekatan Herakleitos
Dalam kosmologinya, Herakleitos menawarkan tiga pendekatan utama.
Pertama, ia menegaskan bahwa perubahan adalah hakikat realitas. Alam tidak pernah diam, dan manusia harus belajar membaca dinamika ini.
Kedua, ia berbicara tentang kesatuan dalam pertentangan panas dan dingin, hujan dan kemarau, semuanya saling melengkapi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Frater-Alvares.jpg)