Opini
Opini: Masyarakat Kebelet
Kalaupun satu atau dua orang masih tampak kalem, dan tenang, ia pasti akan digesa-gesakan dan diburu-burukan.
Oleh: Melki Deni, S. Fil
Sedang Studi Teologi di Universidad Pontificia Comillas, Madrid, Spanyol.
POS-KUPANG.COM - Apa yang tidak berjalan buru-buru saat ini? Siapakah yang tidak tergesa-gesa dan terburu-buru?
Kalaupun satu atau dua orang masih tampak kalem, dan tenang, ia pasti akan digesa-gesakan dan diburu-burukan.
Kita memang tidak diajarkan untuk tidak tergesa-gesa dan terburu-buru, tetapi sistem pasar neoliberal memerintah kita agar tergesa-gesa dan terburu-buru mengonsumsi produk-produk instan yang dihasilkannya, dan yang dijualnya kepada kita dengan harga tidak murah.
Perintah sistem pasar neoliberal ini memperbarui cara kerja otak, hasrat, dan sensasi kita.
Baca juga: Opini: Kalau Sonde Tahu Orangnya, Negara Mau Tolong Siapa?
Siapa yang tidak menyelesaikan pekerjaan, perkuliahan, doa (Misa, upacara keagamaan), acara adat, dll., akan dinilai tidak bisa bersaing dan gagal.
Kalau ia gagal, ia tidak berguna di pasar produksi, pasar distribusi, dan pasar konsumsi.
Kalau ia gagal di tiga ruang ini, ia tidak layak hidupnya; hak hidup dicabut, tidak diberi pekerjaan, tidak diberi latihan, dan lain-lain.
Hasrat konsumtif distimulasi agar mengonsumsi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya agar pasar menyediakan produk-produk baru.
Produk-produk baru dengan iklan promosi harga yang manipulatif mengganggu hasrat konsumtif kita.
Kita diperintah agar segera membuang produk-produk lama, dan harus membeli dan mengonsumsi produk-produk baru.
Tidak peduli kita dimanipulasi dan direkayasa, tetapi hasrat konsumtif mendesak kita agar tidak tertahankan lagi untuk membeli dan mengonsumsi produk-produk baru tersebut.
Hasrat konsumtif ini tidak hanya berlaku di dunia barang, pakaian, makanan-minuman, seksual, tetapi juga dengan hadirnya tren kontrak pasangan (gonta ganti pasangan), aborsi, jual-beli bayi, obat-obatan, teknologi, ciptaan senjata, dan sebagainya.
Negara-negara yang menciptakan banyak senjata infanteri (senapan serbu, senapan mesin, senapan sniper, pistol, granat dan peluncur granat), senjata berat dan alteri (meriam, mortir, tank dan kendaraan berperisai, senjata anti-tank), senjata canggi udara (drone/UAV, rudal hipersonik, sistema pertahanan) dan bom tak tertahankan untuk membasmi negara lain.
Negara-negara industri maju yang mengembangkan produksi, industri, pariwisata/bisnis perbudakan seksual multinasional, tidak tertahankan jual-beli manusia internasional.
| Opini: Ketidakpatuhan Pengelolaan Keuangan Negara dan Daerah |
|
|---|
| Opini: Jangan Tunggu Kacau- Mengapa Lembaga Kita Gagal Mengelola Risiko? |
|
|---|
| Opini: Lamalera dan Dunia yang Hampir Kehilangan Jiwa |
|
|---|
| Opini - Merenungkan Peristiwa Mulia Selama Bulan Maria yang Bertepatan dengan Masa Paskah |
|
|---|
| Opini: Kemanusiaan harus Melampaui Legalitas- Catatan untuk Bupati Ende |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Melki-Deni1.jpg)