Jumat, 5 Juni 2026

Opini

Opini: Efisiensi Anggaran Atau Pemangkasan

Niat Gubernur Laka Lena ini patut dilihat sebagai peringatan serius bagi praktik pembangunan daerah selama ini.

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI YOSEF DIONISIUS OLA
Yosef Dionisius Ola 

Namun, di saat bersamaan bila pemangkasan tidak disertai perbaikan sistem perencanaan justru berisiko melahirkan persoalan baru. 

Program strategis bisa saja ikut terhapus, sementara kegiatan yang tidak relevan tetap bertahan dalam bentuk yang berbeda.

Temuan bahwa masih terdapat aktivitas OPD yang tidak menjawab tujuan program menunjukkan bahwa persoalan utama bukan hanya pada besarnya anggaran. 

Namun, ia lebih pada kualitas perencanaan dan disiplin dalam menjalankan kinerja berbasis hasil.

Di sisi lain, keputusan untuk tetap menjaga belanja gaji dan TPP ASN merupakan langkah realistis untuk menjaga stabilitas birokrasi. 

Namun, konsekuensinya sangat jelas. Ruang fiskal pembangunan semakin terbatas. Dalam situasi seperti ini pemerintah tidak lagi memiliki keleluasaan untuk membiayai semua program.

Karena itu, keberanian untuk menetapkan prioritas menjadi kunci. Pemerintah harus mampu memilih program yang benar-benar penting dan berdampak langsung bagi masyarakat. 

Selain itu, pemerintah juga harus berani menghentikan kegiatan yang tidak memberikan manfaat nyata.

Bagi kabupaten seperti Lembata, arah kebijakan ini harus dimaknai sebagai momentum untuk melakukan pembenahan serius dalam perencanaan pembangunan. 

Tidak boleh lagi ada program yang sekadar “terlihat berjalan” tetapi tidak menghasilkan perubahan. 

Tidak boleh lagi ada kegiatan yang hanya menghabiskan anggaran tanpa menjawab kebutuhan masyarakat.

Perencanaan pembangunan ke depan harus lebih fokus, terukur, dan berbasis pada kebutuhan riil masyarakat. 

Integrasi antar perangkat daerah juga menjadi keharusan, bukan pilihan, agar keterbatasan anggaran tidak mengurangi dampak pembangunan.

Pada akhirnya, masyarakat tidak akan menilai pemerintah dari besarnya anggaran atau banyaknya program. 

Namun, yang dinilai adalah hasil nyata dalam rupa kemudahan layanan publik, akses infrastruktur yang membaik serta ekonomi masyarakat yang terus berdenyut saban hari.

Efisiensi anggaran akan menjadi bermakna jika diikuti dengan keberanian membenahi cara berpikir dan cara bekerja dalam perencanaan pembangunan. 

Jika tidak, efisiensi hanya akan menjadi angka penghematan tanpa perubahan yang dirasakan. (*)

Simak berita, artikel opini atau cerpen POS-KUPANG.COM di Google News

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved