Opini
Opini: Dusun Flobamora dan Jalan Menemukan NTT
Dusun Flobamora sudah dan sedang melewati lorong-lorong sunyi, sambil melawat dan merawat dusun-dusun kecil Nusa Flobamora.
Sebuah Apresiasi HUT ke-15 Komunitas Sastra Dusun Flobamora
Oleh: Longginus Ulan
Peminat Sastra, Tinggal di SoE, Timor Tengah Selatan - Nusa Tenggara Timur.
“The longest journey is the journey inwards”
Perjalanan Terpanjang Manusia adalah Perjalanan ke dalam Diri
POS-KUPANG.COM - Penggalan kutipan Dag Hammarskjöld, mantan Sekretaris Jenderal PBB (1953-1961) di atas sudah tidak asing lagi.
Usia kalimatnya sudah tidak muda lagi. Dihitung seusia hidup manusia maka saat ini sudah tujuh puluhan tahun.
Kendati demikian, nuansa reflektifnya masih relevan dan terus hidup. Seperti api yang terus bernyala. Tak kunjung padam, memberikan terang kepada generasi zaman yang satu ke generasi zaman yang lain.
Baca juga: Dusun Flobamora Rayakan Ulang Tahun ke-15
Begitulah karya sastra, selalu merupakan cermin dan pantulan realitas kehidupan yang lahir dari setiap tangan penulis atau sastrawan yang selalu awet merawat karya-karya mereka.
Sastra selalu merupakan jalan sunyi yang membingkai olah pikir, olah rasa. Ruang dialog akal dan batin. Sastra adalah ziarah sunyi, jalan kembali menyusur lorong-lorong kehidupan.
Tanggal 19 Februari 2026 lalu, Komunitas Dusun Flombamora merayakana hari ulang tahunnya. Usia 15 tahun untuk komunitas sastra ini adalah perjalanan panjang, menyusur dusun-dusun kecil di Bumi Flobamora.
Sepanjang jalan itu, aneka warna menghampar, berbagai ragam dan corak menyatu.
Berdampingan satu dengan yang lain, dalam satu Taman Sari Kehidupan Nusa Flobamora; Flores, Sumba, Alor dan Timor.
Dusun Flobamora sudah dan sedang melewati lorong-lorong sunyi, sambil melawat dan merawat dusun-dusun kecil Nusa Flobamora.
Perjalanan yang adalah ikhtiar intelektual-akademik berbalut dalam nada sastrawi. Ikhtiar yang berkanjang akan menemukan kembali setitik api di tengah samudera luas.
Sebermula, mungkin hanyalah setitik api, namun titik api itu bisa memicu dan menyebarkan terang cemerlang pada lorong-lorong kehidupan di Bumi Flobamora.
Sastra: Jalan Menemukan Lokalitas NTT
Perkembangan teknologi informasi saat ini tentu harus dilihat bukan saja tantangan namun justru menjadi peluang yang membuat sastra semakin bersemarak di Nusa Tenggara Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Longginus-Ulan-01.jpg)