Opini
Opini: Sekolah, Kuasa dan Bayang-Bayang Neraka
Pendidikan modern menjadikan seseorang “layak” berbicara, “sah” memimpin, dan “absah” menentukan arah kebijakan publik.
Catatan Argumentatif atas Tanggung Jawab Kaum Terpelajar
Oleh: Romo Yudel Neno, Pr
Imam Keuskupan Atambua, Nusa Tenggara Timur.
POS-KUPANG.COM - Tulisan ini berangkat dari sebuah cuplikan video yang saya tonton dalam tayangan audio-visual berupa dialog tanya-jawab antara seorang guru dan murid.
Dialog tersebut saya temukan pada postingan reels akun Facebook Kenzu Santiago.
Sajian itu sederhana, bahkan terkesan humoris, tetapi menyimpan daya kritik yang tidak sederhana.
Berikut dialognya:
Guru : Orang sekolah buat apa, Jarwo?
Jarwo : Biar pintar Bu Guru!
Guru : Kalau sudah pintar, pasti apa, Rani?
Rani : Pasti kaya, Bu Guru!
Guru : Kalau sudah kaya, pasti apa, Joko?
Joko : Pasti sombong Bu Guru!
Guru : Kalau orang sombong, pasti apa, Kemed?
Kemed : Pasti masuk neraka, Bu Guru.
Guru : Oleh karena itu, orang tidak boleh apa, Udin?
| Opini: Ketidakpatuhan Pengelolaan Keuangan Negara dan Daerah |
|
|---|
| Opini: Jangan Tunggu Kacau- Mengapa Lembaga Kita Gagal Mengelola Risiko? |
|
|---|
| Opini: Lamalera dan Dunia yang Hampir Kehilangan Jiwa |
|
|---|
| Opini - Merenungkan Peristiwa Mulia Selama Bulan Maria yang Bertepatan dengan Masa Paskah |
|
|---|
| Opini: Kemanusiaan harus Melampaui Legalitas- Catatan untuk Bupati Ende |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Romo-Yudel-Neno-04.jpg)