Opini
Opini: Saatnya Peduli dan Mendoakan Orang Sakit
Peringatan Hari Orang sakit Sedunia ini diprakarsai pertama kali oleh Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 13 Mei 1992.
Sebuah refleksi bagi kita pentingnya kehadiran dan persaudaraan bagi yang menderita.
Oleh: Dr. Kristina Harming Ragu
Dosen Poltekkes Kupang, Anggota WKRI Nusa Tenggara Timur.
POS-KUPANG.COM - Setiap tanggal 11 Pebruari kita memperingati Hari Orang Sakit Sedunia (HOS).
Peringatan hari orang sakit sedunia ini mengingatkan kita pada saudara, suami, istri, orang tua ataupun kenalan kita yang sedang menderita sakit.
Peringatan Hari Orang sakit Sedunia ini diprakarsai pertama kali oleh Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 13 Mei 1992.
Maksudnya agar umat manusia bisa lebih peka terhadap orang yang sedang menderita sakit, mendoakan orang sakit, mendukung tenaga kesehatan perawat, dokter, serta meningkatkan kesadaran akan penderitaan fisik dan mental.
Baca juga: Opini: Runtuhnya Moral Kolektif Bangsa
Orang yang sedang menderita sakit adalah orang-orang yang rentan dan merasa terpinggirkan serta berada pada titik lemah kehidupannya.
Kita bayangkan keluarga kita yang menderita penyakit berat dan kronis (kanker, tumor, stroke dan lumpuh, hemodialisis, kusta, jantung , gangguan kejiwaan, dll).
Hampir sebagian besar tak berdaya, lemah dan rentan, mereka sangat tergantung pada orang-orang sehat, karena mereka membutuhkan pertolongan dari orang-orang sehat, baik pertolongan medis, pemberian obat yang tepat, juga dukungan keluarga dan masyarakat sekitar.
Bagi keluarga, berbagai upaya akan dilakukan agar anggota yang sedang sakit bisa sembuh atau pulih Kembali.
Bahkan tidak jarang banyak yang mencari alternatif pengobatan di luar medis, dengan obat-obatan tradisional yang kadang-kadang irasional justru membawa kematian lebih cepat apabila obat tradional yang digunakan tidak tepat dosis dan tidak cocok untuk penyakit tersebut.
Pentingnya kehadiran dan dukungan keluarga dan masyarakat
Hari Orang Sakit sedunia ini jadi momen refeksi bagi kita semua, baik para dokter, perawat, bidan serta paramedis lainnya, juga bagi keluarga, istri, suami dan anak-anak dalam merawat orang sakit.
Para Pelayan di Rumah Sakit, Klinik atau Puskesmas
Pesan yang paling menonjol pada peringatan Hari Orang Sakit Sedunia ini, adalah kepekaan, kepedulian, belas kasih serta mendoakan.
Hal ini merujuk pesan dari Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II, sangat diharapkan rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya menjadi Rumah Penuh Belas Kasih sebagai wujud kasih dan kepedulian bagi sesama.
Pesan ini sangat penting manakala kita melihat masih banyak keluhan terhadap pelayanan yang diberikan oleh dokter dan paramedis, juga perlakuan terhadap pasien dan keluarga pasien.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Dr-Kristina-Harming-Ragu.jpg)