Sabtu, 25 April 2026

Opini

Opini: Saatnya Peduli dan Mendoakan Orang Sakit

Peringatan Hari Orang sakit Sedunia ini diprakarsai pertama kali oleh Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 13 Mei 1992.

|
Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM
Dr. Kristina Harming Ragu 

Sebuah refleksi bagi kita pentingnya kehadiran dan persaudaraan bagi yang menderita.

Oleh: Dr. Kristina Harming Ragu 
Dosen Poltekkes Kupang, Anggota WKRI Nusa Tenggara Timur.

POS-KUPANG.COM - Setiap tanggal 11 Pebruari kita memperingati Hari Orang Sakit Sedunia (HOS).  

Peringatan hari orang sakit sedunia ini mengingatkan kita pada saudara, suami, istri, orang tua ataupun kenalan kita yang sedang menderita sakit.  

Peringatan Hari Orang sakit Sedunia ini diprakarsai pertama kali oleh Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 13 Mei 1992.

Maksudnya agar umat manusia bisa lebih peka terhadap orang yang sedang menderita sakit,  mendoakan orang sakit, mendukung tenaga  kesehatan perawat, dokter,  serta meningkatkan kesadaran akan penderitaan fisik dan mental.

Baca juga: Opini: Runtuhnya Moral Kolektif Bangsa

Orang yang sedang menderita sakit adalah orang-orang yang rentan dan merasa terpinggirkan serta berada pada titik lemah kehidupannya.  

Kita bayangkan keluarga kita yang menderita penyakit berat dan kronis (kanker, tumor, stroke dan lumpuh, hemodialisis, kusta, jantung , gangguan kejiwaan,  dll).

Hampir  sebagian besar tak berdaya, lemah dan rentan, mereka sangat tergantung pada orang-orang sehat, karena mereka membutuhkan pertolongan dari orang-orang sehat, baik pertolongan medis, pemberian obat yang tepat, juga dukungan keluarga dan masyarakat sekitar.  

Bagi keluarga,  berbagai upaya akan dilakukan agar anggota yang sedang sakit bisa sembuh atau pulih Kembali. 

Bahkan tidak jarang banyak yang mencari alternatif pengobatan di luar medis, dengan obat-obatan tradisional yang kadang-kadang irasional  justru membawa kematian lebih cepat apabila obat tradional yang digunakan  tidak tepat dosis dan tidak cocok untuk penyakit tersebut.

Pentingnya kehadiran dan dukungan keluarga dan masyarakat

Hari Orang Sakit sedunia ini jadi momen refeksi bagi kita semua,  baik para dokter, perawat, bidan serta  paramedis lainnya,  juga  bagi keluarga, istri, suami dan anak-anak  dalam merawat orang sakit.  

Para Pelayan di Rumah Sakit, Klinik atau Puskesmas   

Pesan yang paling menonjol pada peringatan Hari Orang Sakit Sedunia ini, adalah kepekaan, kepedulian, belas kasih  serta mendoakan. 

Hal ini  merujuk pesan  dari Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II, sangat diharapkan  rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya menjadi  Rumah Penuh Belas Kasih  sebagai wujud kasih dan kepedulian bagi sesama. 

Pesan ini sangat penting manakala kita melihat masih banyak keluhan terhadap pelayanan yang diberikan oleh dokter dan paramedis, juga perlakuan terhadap pasien dan keluarga pasien.  

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved