Opini
Opini: Super Flu yang Viral di Media Sosial, Nyata di Dunia Medis
Vaksinasi influenza, terutama bagi kelompok berisiko, perlu terus didorong karena menurunkan keparahan penyakit dan angka komplikasi.
Informasi yang jujur, berbasis bukti, dan disampaikan dengan bahasa yang membumi akan jauh lebih efektif meredam kepanikan dibandingkan bantahan reaktif terhadap hoaks yang telanjur menyebar.
Menjaga Kewaspadaan, Bukan Ketakutan
Fenomena super flu mengingatkan kita bahwa viralitas di media sosial sering kali berangkat dari keresahan nyata.
Namun keresahan itu hanya akan bermanfaat jika dijawab dengan ilmu, bukan sensasi.
Flu memang nyata, bisa berat, dan berdampak serius tetapi kepanikan bukan solusinya.
Kisah Bapak Satriya di atas mengajarkan satu hal penting: di balik istilah yang viral, ada manusia nyata dengan risiko nyata.
Respons kita harus seimbang waspada tanpa panik, kritis tanpa menyepelekan, dan selalu berpijak pada sains.
Dengan pendekatan itulah, super flu tidak menjadi sumber ketakutan baru, melainkan pengingat akan pentingnya literasi kesehatan dan ketahanan sistem kesehatan kita bersama. (*)
Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News
| Opini: Problem Kerusakan Infrastruktur Jalan di Kampung Leong Manggarai Timur |
|
|---|
| Opini: Budaya Percaya Instan dan Jerat Pinjaman Digital |
|
|---|
| Opini: Kebebasan Berpendapat dalam Keprihatinan |
|
|---|
| Opini: Peta Jalan Menuju Malaka Bersih dari Korupsi |
|
|---|
| Opini: Bahasa Biologi- Puisi Kehidupan dari Molekul hingga Makhluk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Prima-Trisna-Aji2.jpg)