Selasa, 2 Juni 2026

Opini

Opini: Lampu, Timbangan dan Tangga - Metafora Transparansi dan Akuntabilitas

Transparansi berarti pemerintah berani membuka data, informasi, atau proses pengambilan keputusan. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI JEFFRY ERENSANO
Jeffry Erensano 

Dalam pemerintahan, akuntabilitas berarti pejabat publik tidak hanya membuat kebijakan, tetapi juga berani mempertanggungjawabkan hasilnya kepada masyarakat. 

Tidak cukup dengan narasi cerita yang indah, tetapi harus membuktikan tindakannya. 

Seperti timbangan di pasar, akuntabilitas menjadi alat untuk menjaga, mengukur dan memastikan janji pemerintah tidak sekadar kata-kata, melainkan nyata dan dapat dipercaya rakyat.

Mari kita lihat contoh nyata. Dikutip dari laman resmi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia pada tanggal 15 Agustus 2025 diberitakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 20 juta anak sekolah, anak belum sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui di seluruh Indonesia. 

Capaian ini terdengar luar biasa. Namun bagaimana kita bisa menguji dan memastikan klaim tersebut? 

Di mana sumber data yang bisa dipakai untuk mengukur kebenaran laporan tersebut. 

Tanpa transparansi, akuntabilitas tidak bisa diuji, karena tidak ada dasar informasi yang dapat digunakan oleh publik.

Transparansi dan Akuntabilitas: Anak Tangga Demokrasi

Transparansi dan akuntabilitas itu ibarat anak tangga yang saling menguatkan. 

Semakin tinggi pemerintah melangkah dengan transparansi, semakin kokoh akuntabilitas. Dan semakin akuntabel, semakin berani pula pemerintah untuk transparan. 

Pemerintah yang berani membuka data akan lebih mudah mempertanggungjawabkan kebijakan. 

Sebaliknya, pemerintah yang terbiasa akuntabel akan lebih percaya diri untuk transparan. 

Spiral kepercayaan publik pun terbentuk: keterbukaan melahirkan pertanggungjawaban, pertanggungjawaban melahirkan keberanian untuk lebih terbuka, dan seterusnya hingga pada akhirnya mencapai tingkat legitimasi yang kokoh, di mana kepercayaan publik benar-benar terbangun. Pemerintah perlu membangun tangga ini secara konsisten.

Teknologi Digital: Anak Tangga Licin

Di era digital, teknologi informasi telah menjadi alat utama transparansi. 

Website resmi, sistem informasi manajemen, portal open data, hingga aplikasi pengaduan publik menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat.

Contoh sederhana: SP4N-LAPOR, aplikasi pengaduan masyarakat. Warga bisa melaporkan masalah pelayanan publik lewat ponsel. Laporan itu masuk ke sistem, diverifikasi, lalu ditindaklanjuti. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved