Opini
Opini: Selamat Datang Buku Baru Tahun 2026
Alam dan segala isinya hadir sebagai saksi bisu atas sandiwara kehidupan yang dilakokankan manusia dengan seninya masing-masing.
Oleh: Br.Yohanes Mau, SVD
Staf guru di SMA Katolik St. Josef Freinademetz Tambolaka- Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.
POS-KUPANG.COM - Rotasi perputaran waktu tak pernah berhenti dan selesai. Selama 365 hari ia bergulir tanpa henti, dan perginya tak kan pernah kembali lagi.
Semua manusia penghuni planet bumi ini sibuk dan hanyut di dalamnya. Di sana terjadi kelahiran dan kematian, kegagalan dan kesuksesan, kebaikan dan kejahatan, kebahagiaan dan kesedihan.
Semua nilai kehidupan ditampilkan apa adanya dengan segala kekuatan dan energinya. Pokoknya manusia tampil berekspresi dan berlakon untuk menjadi yang terbaik di bumi fana ini.
Waktu, bumi, dan musim adalah tiga komponen utama yang Tuhan hadirkan bagi segala makhluk untuk hidup dan sungguh-sungguh hidup di tengah semesta maha luas ini.
Ketiga komponen ini memiliki korelasi yang tak terputuskan dalam kehidupan umat manusia. Tanpa ketiganya tidak ada kehidupan. Ketiganya ada dan abadi. Tidak akan pernah lenyap oleh apa dan siapa pun.
Baca juga: Akhir Tahun, Tinggi Gelombang Perairan NTT Lebih dari Dua Meter
Manusia ada dari awal kisah penciptaan hingga hari ini karena semata-mata kebaikan Tuhan.
Waktu ada dan terhitung secara otomatis tanpa kompromi sedikit pun dengan siapa dan oleh cara apa pun. Waktu berdetak menghasilkan detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, hingga abad.
Waktu pergi dan tidak akan pernah kembali lagi. Dia bergulir secara natural, murni tanpa noda dan dinodai.
Waktu yang terhitung 365 hari selama satu tahun menyiapkan ruang bagi manusia untuk kreatif menjaga dan melestarikan kehidupan segala makhluk secara bertanggungjawab.
Kreatif memanfaatkan waktu agar keharmonisan antara ketiga elemen tersebut berjalan selaras.
Tahun yang datang silih berganti tanpa henti ini adalah sebuah buku kehidupan. Buku hidup 2025 nyaris tertulis semua dengan aneka pengalaman suka, duka, untung dan malang, sukses dan berhasil, ratap, tangis , dan air mata.
Semuanya tertulis di sana secara rapi dan terekam abadi di dalam memori manusia. Tahun yang telah pergi disebut tahun lalu, tahun yang sedang berlangsung sekarang disebut tahun ini, dan tahun yang akan datang disebut sebagai tahun depan.
Bersama dan di dalam tahun kita mengenang, dan menciptakan sejarah dengan segala macam potensi yang Tuhan berikan kepada kita secara cuma-cuma. Kita setia berjalan bersama seluruh isi dari semesta yang setia menemani selama ini di dalam balutan hangat selimut tahun.
Alam dan segala isinya hadir sebagai saksi bisu atas sandiwara kehidupan yang dilakokankan manusia dengan seninya masing-masing.
| Opini: Iman yang Terkoneksi- Menggugat Kesenjangan Digital dan Spiritual di NTT |
|
|---|
| Opini: Kebangkitan yang Memberi Pengharapan di Tengah Luka NTT |
|
|---|
| Opini: Menjahit Ulang Sekolah |
|
|---|
| Opini: Dilema Strategis Bank NTT di Tengah Tekanan Fiskal, KUB atau Perseroda? |
|
|---|
| Opini: Membaca Ulang Makna Habis Gelap Terbitlah Terang dalam Fenomena Pendidikan Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Yohanes-Mau-guru-SBD.jpg)