Kamis, 23 April 2026

NTT Terkini 

Akhir Tahun, Tinggi Gelombang Perairan NTT Lebih dari Dua Meter

Pola angin di wilayah Nusa Tenggara Timur, kata dia, umumnya bergerak dari Barat Laut – Utara dengan kecepatan angin berkisar 8 – 35 knot. 

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO-TANGKAPAN LAYAR VIDEO WARGA 
BANJIR ROB - Banjir Rob yang menerjang pemukiman warga Desa Tablolong Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang,NTT Selasa 4 Februari 2025 lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Tinggi Gelombang laut di perairan NTT saat ini mencapai lebih dari 2 meter
  • Kepala Stasiun Maritim Tenau Kupang Yandri T. Tungga mengatakan, tinggi gelombang berada 1 - 2,5 meter untuk 31 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026
  • BMKG NTT juga mengeluarkan peringatan dini untuk Banjir Pesisir (Rob) atau peristiwa naiknya permukaan air laut ke daratan pesisir pantai

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM KUPANG  - Tinggi gelombang per akhir tahun 2025 di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT), lebih dari dua meter. 

Kepala Stasiun Maritim Tenau Kupang Yandri T. Tungga mengatakan, tinggi gelombang berada 1 - 2,5 meter untuk 31 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.

Pola angin di wilayah Nusa Tenggara Timur, kata dia, umumnya bergerak dari Barat Laut – Utara dengan kecepatan angin berkisar 8 – 35 knot. 

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sape, Selat Sumba, Selat Flores – Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Perairan Flores, Perairan Selatan Alor – Pantar, Perairan Selatan Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai. 

Selanjutnya, Perairan Sabu – Raijua, Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang – Rote, Selat Pukuafu dan Perairan selatan Timor - Rote yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di wilayah perairan tersebut. 

Baca juga: Harga Ikan di Kota Kupang Melonjak, Pasokan Terbatas akibat Cuaca Buruk dan Nelayan Tak Melaut

"Waspada terhadap awan Cumulonimbus atau awan gelap seperti bunga kol yang dapat meningkatkan tinggi gelombang serta perubahan arah dan kecepatan angin secara signifikan dan tiba-tiba," ujarnya, Selasa (30/12/2025). 

Tinggi gelombang itu berisiko terhadap keselamatan pelayaran perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 m. Kapal Tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 m. 

Dia menjelaskan, tanggal 31 Desember 2025, tinggi gelombang 1 - 2,5 meter terjadi di 
Selat Sape bagian selatan, Selat Flores - Lamakera, Selat Pantar, Perairan selatan Flores, Perairan selatan Alor - Pantar, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan selatan Sumba, Perairan Sabu - Raijua,  Perairan utara Timor, Perairan Utara Kupang – Rote, Selat Pukuafu dan Perairan Selatan Timor - Rote.

Tanggal 1 Januari 2026 berlangsung di Selat Sape, Selat Flores - Lamakera, Selat Pantar, Perairan selatan Flores, Perairan selatan Alor - Pantar, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan selatan Sumba, Perairan Sabu - Raijua, Perairan utara Timor, Perairan Utara Kupang – Rote, Selat Pukuafu dan Perairan Selatan Timor - Rote.

Kemudian pada, tanggal 2 Januari 2026 cuaca serupa terjadi di Selat Sape, Selat Flores - Lamakera, Selat Pantar, Perairan Flores, Perairan selatan Alor - Pantar, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu – Raijua, Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang Rote, Selat Pukuafu dan Perairan selatan Timor - Rote.

Banjir ROB 

BMKG NTT juga mengeluarkan peringatan dini untuk Banjir Pesisir (Rob) atau peristiwa naiknya permukaan air laut ke daratan pesisir pantai yang disebabkan oleh air laut pasang atau curah hujan yang tinggi, kemudian menyebabkan daerah disekitarnya tergenang oleh air laut. 

Yandri menyebut, banjir ROB itu disebabkan adanya fenomena fase Perigee pada tanggal 02 Januari 2026 dan Bulan Baru pada tanggal 03 Januari 2026 berpotensi meningkatkan
ketinggian air laut maksimum. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved