Rabu, 3 Juni 2026

Opini

Opini: Selamat Datang Buku Baru Tahun 2026

Alam dan segala isinya hadir sebagai saksi bisu atas sandiwara kehidupan yang dilakokankan manusia dengan seninya masing-masing.

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI YOHANES MAU
Yohanes Mau 

Ekspresi manusia di dalam dan bersama waktu hanyalah kesempatan untuk melakonkan diri kepada dunia bahwa kita masih ada. Tentang ada dan tidaknya seorang anak manusia bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. 

Ada yang mencari dan mengejar gelar, jabatan, dan kedudukan di berbagai level kehidupan. Namun ada yang berjalan dalam sunyi yang suci dan menggoreskan sejarah kehidupan lewat coretan tinta hati. 

Coretan hati adalah menuangkan segala ide dan gagasan segar, kisah-kisah inspiratif tentang sejarah dan kehidupan realitas hidup manusia hari ini secara aktual dan kontekstual. 

Tentang ini Pramoedya Ananta Toer menulis, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah pekerjaan keabadian.”

Segala macam jabatan, status, kedudukan, dan gelar yang mentereng hanyalah kehampaan yang tidak akan pernah membekas di dalam sejarah hidup manusia. 

Maka, goreslah setiap bulir kisah hidup yang jatuh, dan janganlah membiarkannya tercecer hingga hilang ditelan waktu. 

Karena waktu pergi dan tak akan pernah kembali lagi. Yang ada dan tersisa hanyalah penyesalan. 

Maka, jangan pernah membiarkan kehadiran waktu untuk menyesal. Waktu ada bukan untuk disesali tetapi waktu ada untuk digunakan secara baik agar hidup kita berguna bagi orang lain.

Tahun 2025 adalah buku kehidupan untuk semua manusia. Kita memiliki buku itu dan mencoretnya dengan setiap pengalaman yang hadir dalam lembaran hari-hari hidup kita. 

Dua belas bulan yang tertulis rapi secara otomatis itu adalah bab-bab dari buku kehidupan kita.

Akankah kita sukses membaca dan menulis dua belas bab ini dengan sukses dalam buku hidup 2026 nanti? Semuanya kembali kepada kita masing-masing sebagai pembaca dan penulis yang baik.

Buku kehidupan tahun 2025 nyaris terbaca dan tertulis semuanya. Di sana penuh dengan coretan tentang hidup dan kehidupan dengan tawaran sandiwaranya. Di batas paragraf terakhir di bab dua belas buku kehidupan 2025, kita merenung sejenak, sembari melihat seluruh perjalanan yang tertapak selama satu tahun. 

Sudahkah kita membaca dan menulisnya dengan baik ataukah kita lebih banyak alpa dan membiarkan lembaran-lembaran dalam bab buku kehidupan itu tetap kosong dan tidak bermakna apa-apa?

Membaca dan menulis di dalam buku kehidupan adalah membuat hidup ini menjadi kaya makna. Buku kehidupan 2025 sudah setia ada bersama kita selama 365 hari. 
Terima kasih untuk setiamu ada, dan berjalan bersama kami dalam setiap suka dan duka hidup selama tahun 2025.

Selamat jalan, dan kita tak akan pernah jumpa lagi. Namun hadirmu selalu abadi di dalam sejarah hidup kami.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved