Opini
Opini: Memprediksi Langkah Persebata
Masih ada enam pertandingan tersisa hingga laga pamungkas melawan Waanal Brothers dari Mimika, Papua, pada Minggu 25 Januari 2026.
Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga pernyataan: Persebata kini layak diperhitungkan.
Secara matematis, dua laga berikutnya—melawan PS Gresik (30/12/2025) dan Waanal Brothers (4/1/2026)—di atas kertas cukup menguntungkan karena Persebata telah menang pada pertemuan sebelumnya. Namun justru di sinilah bahaya mengintai.
Lawan yang pernah kalah tentu datang dengan persiapan baru. Apalagi, Persebata kini berada di posisi tiga besar—status yang membuat setiap lawan melakukan studi lebih serius.
Fakta lain menegaskan pentingnya kewaspadaan: PS Bantul sukses mengalahkan Preseden Denpasar 2-1 pada 29 Desember 2025.
Pesannya jelas, rekam jejak positif tidak pernah menjamin kemenangan berikutnya.
Jika fase kedua berakhir di laga ke-10, maka fase ketiga akan menjadi penentu nasib. Dan di titik inilah, laga melawan Preseden Denpasar menjadi kunci utama.
Tren menunjukkan adanya peningkatan setiap kali Persebata menghadapi Preseden. Dari kalah tanpa gol, menjadi kalah dengan perlawanan.
Bila progres ini berlanjut, bukan mustahil pada pertemuan ketiga—laga ke-11 pada 9 Januari—Persebata bisa mencuri poin, bahkan menang.
Optimisme ini bukan tanpa dasar. PS Bantul, yang berada di bawah Persebata di klasemen, justru konsisten mengalahkan Preseden.
Sementara dalam duel langsung, Persebata tampil lebih unggul atas Bantul: imbang 1-1 dan menang 2-1.
Artinya, jika Persebata mampu menaklukkan Preseden di fase ketiga, posisi dua klasemen sangat realistis. Soal puncak? Biarlah itu menjadi mimpi yang disimpan sambil terus bekerja dalam senyap.
Gol, Motivasi, dan Masa Depan
Pada fase ketiga, Persebata bukan hanya dituntut menang, tetapi juga mencetak selisih gol.
Kemenangan 3-1 atas Pasuruan menunjukkan potensi itu. Ini penting untuk menghindari penentuan lewat head-to-head.
Di luar teknis lapangan, ada faktor lain yang tak kalah krusial: motivasi. Di Liga 3, keterbatasan finansial adalah kenyataan. Namun justru di situlah letak taruhannya.
Lolos ke Liga 2 bukan sekadar prestasi tim, tetapi lompatan karier bagi para pemain. Nama-nama seperti Deni, Baghi, Toi, dan Samby berpeluang dilirik klub-klub lebih besar.
Harapan itu nyata. Dan selama harapan hidup, semangat akan terus menyala. Seperti paus yang menyembur megah di Laut Sawu, Persebata tengah mengukir semburan perjuangan—pelan, kuat, dan penuh makna. (*)
* Robert Bala adalah penulis buku Rancang Diri Raih Karier. Penerbit Tanah Air Beta, Yogyakarta, Januari 2026
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Robert-Bala-ceramah.jpg)