Opini
Opini: Parlemen Bermartabat, dari Pencitraan ke Kompetensi
Fungsi ideal parpol adalah melakukan rekrutmen, seleksi, dan pendidikan politik untuk melahirkan kader-kader terbaiknya.
Untuk parpol, opini ini adalah seruan kembali ke khitah; menjadi parpol sebagai sekolah demokrasi yang sejati.
Investasikan energi dan sumber daya untuk membangun sistem kaderisasi berjenjang yang melahirkan politisi-politisi hebat.
Parpol agar tidak menjadi sekadar kendaraan untuk meraup suara dan kekuasaan. Kredibilitas parpol di mata jangka panjang akan terbangun ketika ia mampu menelurkan calon-calon berkualitas, yang pada akhirnya akan memenangkan kepercayaan publik secara organik, bukan melalui pencitraan.
Kita sebaiknya melihat tuntutan warganet tadi sebagai langkah awal yang baik. Namun, jangan berhenti pada syarat administratif. Masyarakat harus menjadi pemilih yang cerdas dan aktif.
Masyarakat, terutama pemegang hak pilih, perlu melakukan due diligence sendiri pada calon-calon yang akan dipilih.
Telusuri rekam jejaknya, nilai kapasitasnya, dan dengarkan visi misinya, bukan sekadar terpukau oleh baliho dan janji-janji manis.
Masyarakat memiliki kekuatan penuh "memecat" parpol yang tidak serius mengusung calon berkualitas dengan tidak memilih.
Tumpuan Harapan
Parlemen yang berkualitas adalah fondasi dari demokrasi yang sehat. Dari sanalah lahir regulasi-regulasi yang memajukan peradaban, mengentaskan kemiskinan, dan memastikan keadilan bagi semua.
Untuk sampai ke sana, kita harus memastikan bahwa yang duduk di dalamnya adalah orang-orang terbaik bangsa.
Mari kita tinggalkan politik pencitraan dan transaksional. Mari bersama-sama membangun ekosistem politik yang menghargai kompetensi, menjunjung tinggi integritas, dan mengutamakan pengabdian.
Hanya dengan menata ulang proses rekrutmen calon legislator secara fundamental—lebih mencari calon negarawan—kita dapat mewujudkan parlemen yang menjadi tumpuan harapan, bukan sumber kekecewaan.
Masa depan Indonesia ditentukan oleh pilihan kita hari ini: apakah kita akan asal memilih, atau memilih dengan kesadaran penuh untuk kemaslahatan bangsa yang lebih baik. (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.