Opini
Opini: Pendidikan Generasi Muda Indonesia Berciri Kalos Kagathos Menurut Konsep Paidea Plato
Plato mencoba mengkritisi sistem tersebut meskipun secara tidak langsung, sebagai gambaran epithumia dalam dunia pendidikan.
Oleh: Gebrile Mikael Mareska Udu
Mahasiswa Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
POS-KUPANG.COM - Generasi muda Indonesia saat ini rentan mengalami beragam persoalan di dalam pertumbuhan dan perkembangannya.
Kita bisa menyaksikan persoalan seputar generasi muda seperti tawuran antarpelajar, penyebaran hoaks, rendahnya sikap sopan santun terhadap orang dewasa (tua), maraknya kasus pelecehan seksual, dan beragam contoh persoalan lainnya.
Tak dapat dimungkiri bahwa beragam persoalan yang dihadapi oleh kaum muda tidak terlepas dari ketidakseimbangan yang terjadi dalam dunia pendidikan.
Baca juga: Opini: Mengawal Generasi Muda di Tengah Gelombang Digital
Sistem pendidikan yang hanya fokus menghasilkan orang pintar menyebabkan generasi muda yang belum tentu bijaksana.
Kita bisa menemukan model pengukuran pencapaian siswa yang terbatas pada nilai.
Akibatnya peserta didik lebih terpaku pada model pembelajaran hafalan dan minus karakter-karakter yang diperlukan untuk kebaikan masyarakat.
Plato mencoba mengkritisi sistem tersebut meskipun secara tidak langsung, sebagai gambaran epithumia dalam dunia pendidikan.
Sistem pendidikan lebih berfokus pada nafsu intelektual daripada keseimbangan antara intelektual dan moral.
Oleh karena itu, Plato menawarkan sistem pendidikan (Paidea) yang mencakup keseimbangan antara aspek kognitif dan kebijaksanaan.
Sistem pendidikan tersebut berguna untuk mencapai pribadi yang Kaloskagathos; gabungan antara keindahan (Kalos) dan kebaikan (Kagathos) yang tidak lain menekankan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan keutamaan moral seseorang.
Tulisan ini bertujuan mengeksplorasi relevansi konsep Paideia Plato dalam konteks pendidikan generasi muda Indonesia.
Dengan pendekatan filosofis, penulis akan menganalisis bagaimana konsep paidea Plato dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum dan praktik pendidikan nasional, demi menciptakan generasi yang berciri kaloskagathos; tidak hanya kompeten, tetapi juga beradab dan bertanggung jawab.
Biografi Singkat Plato
Plato merupakan seorang Filsuf Yunani yang lahir sekitar tahun 428/7 SM di tengah suatu keluarga yang terkemuka di Wilayah Athena (Claver, 1986).
Gebrile Mikael Mareska Udu
Plato
Paidea Plato
Yunani
Sebelum Masehi
Opini Pos Kupang
dunia pendidikan
generasi muda
| Opini: Menemukan Kembali Lumbung Pakan di Nusa Tenggara Timur |
|
|---|
| Opini: Koperasi Merah Putih untuk NTT- Solusi atau Ilusi |
|
|---|
| Opini: Ketika Sapu Lama Mengaku Lebih Bersih dari Rumah yang Belum Pernah Ia Bersihkan |
|
|---|
| Opini: Integritas Auditor BPK dalam Sistem Pengawasan Keuangan Negara |
|
|---|
| Opini: NTT- Adat, Ibu Nifas dan Nyawa yang Dipertaruhkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Gebrile-Mikael-Mareska-Udu.jpg)