Rabu, 8 April 2026

Opini

Opini: Nusa Tenggara Timur Rawan Bencana 

NTT pun sering mengalami El Nino dan La Nina berkepanjangan yang menyebabkan kekeringan maupun banjir.

Editor: Dion DB Putra
ILUSTRASI
RAWAN BENCANA - Provinsi Nusa Tenggara Timur akrab dengan bencana alam. NTT sering mengalami El Nino dan La Nina berkepanjangan yang menyebabkan kekeringan maupun banjir. 

Oleh: Ite Morina Yostianti Tnunay
Dosen Universitas Timor, Kefamenanu.  Saat ini menempuh pendidikan Doktor pada Prodi Doktor Biologi, Universitas Gadjah Mada. 

POS-KUPANG.COM - Nusa Tenggara Timur (NTT) kini dekat dengan bencana alam. Sepanjang tahun 2020 hingga tahun 2025, NTT mengalami berbagai bencana, di antaranya siklon seroja yang mengancam jiwa manusia, serta merusak berbagai macam sarana dan prasarana.

Selanjutnya NTT juga mengalami cuaca ekstrem yang menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, angin kencang, tanah longsor, pohon tumbang, dan sambaran petir. 

Selain itu, NTT baru saja mengalami bencana gunung meletus yang merusak pemukiman dan kebun milik warga di daerah Flores. Pulau Sumba juga sering mengalami serangan hama belalang kembara yang mengakibatkan gagal panen.

NTT pun sering mengalami El Nino dan La Nina berkepanjangan yang menyebabkan kekeringan maupun banjir. Krisis air untuk minum dan pertanian juga terjadi di berbagai wilayah di NTT. 

Mata air dan sungai mengering sehingga eksploitasi terhadap air tanah semakin meningkat.

NTT kini sedang dilanda cuaca ekstrem dalam dua bulan terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini bencana bahwa terdapat potensi cuaca ekstrim yang terjadi di wilayah NTT dan terus mengimbau masyarakat untuk berhati-hati karena cuaca ekstrem menyebabkan berbagai bencana. 

Berdasarkan informasi dari media masa tercatat bahwa beberapa warga NTT tewas akibat tersambar petir ketika sedang melakukan kegiatan hariannya. 

Selain itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTT, cuaca ekstrem menyebabkan ada warga yang tewas, mengalami luka-luka, dan mengungsi ke tempat lain.  

Dampak lain yang terjadi adalah terjadi kerusakan rumah, sekolah, putusnya jembatan, bahkan terputusnya jaringan telekomunikasi, hingga ditutupnya pelayaran.

Pemicu Bencana di NTT

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber disimpulkan bahwa sebagian besar bencana alam yang terjadi di NTT adalah ulah manusia. 

Simpulan ini dibuat karena faktanya manusia secara sadar maupun tidak sadar telah merusak lingkungan dalam berbagai praktik. Tercatat beragam aktivitas telah dilakukan manusia, sebagai berikut.

Pertama, upaya pembangunan atau proyek investasi yang mengabaikan keselamatan masyarakat dan lingkungan hidup. 

Pemerintah berupaya membuat proyek untuk pariwisata, perkebunan, pertambangan, pertanian, geothermal, dan infrastruktur tetapi kerapkali tidak mempertimbangkan dampaknya ke masyarakat dan lingkungan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved