Opini
Opini: Nusa Tenggara Timur Rawan Bencana
NTT pun sering mengalami El Nino dan La Nina berkepanjangan yang menyebabkan kekeringan maupun banjir.
Salah satu kegiatan penambangan yang dilakukan adalah penambangan mangan. Kegiatan ini dilakukan secara aktif karena kualitas mangan di NTT adalah salah satu yang terbaik di dunia.
Persebaran mangan di NTT cukup luas dan meliputi beberapa kabupaten yaitu Manggarai, Timor Tengah Utara, Belu, Timor Tengah Selatan, dan Kupang khususnya di Desa Ekateta Kecamatan Fatuleu.
Kegiatan tambang mangan pernah ditolak Masyarakat Adat melalui Gerakan Perlawanan Tambang yang diinisiasi Aletha Baun.
Proyek yang dijalankan di berbagai wilayah di NTT kebanyakan ditolak masyarakat karena berpotensi dapat merelokasi masyarakat dari kampungnya serta menghancurkan sumber penghidupan masyarakat berupa air, hutan, dan kebun.
Kedua, pengelolaan sampah yang belum benar. Berdasarkan Data Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 tercatat bahwa 83,6 persen rumah tangga di NTTmengelola sampah organik maupun anorganik dengan cara membakarnya, padahal sampah organik dapat dibuat kompos sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang atau disetorkan ke bank sampah.
Selain dibakar, 1.3 persen masyarakat membuang sampah ke kali atau selokan dan 3.0 persen dibuang sembarangan.
Kondisi ini tentu sangat miris karena pengelolaan sampah yang tidak benar dapat memicu terjadinya pencemaran dan membahayakan kesehatan masyarakat, serta berdampak pada lingkungan yang kotor dan juga saluran air yang tersumbat sehingga dapat memicu terjadinya banjir.
Ketiga, kebakaran hutan dan lahan serta penebangan liar yang tak terkendali. Kebakaran hutan sering dijumpai pada lahan yang mulai mengering ketika memasuki musim kemarau.
Data dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) melaporkan sesuai data Satelit Terra, Aqua, dan Suomi NPP di tahun 2021 tercatat terdapat 175 titik panas di NTT dengan luasan kebakaran 175.000 hektar.
Pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan adalah pembukaan lahan baru oleh petani (sebagian besar petani masih menganut sistem ladang berpindah) dan pembakaran rumput-rumput kering (NTT memiliki sabana yang luas).
Pembakaran yang dilakukan jika ditambah dengan angin kencang yang juga sering terjadi di NTT semakin memperluas lahan yang terbakar. Penebangan liar pun kerap dilakukan oknum tertentu.
Berita terbaru yang tercatat adalah terjadi penebangan liar kayu pacakan Sonokeling di Kabupaten Timor Tengah Utara.
Kebakaran hutan dan lahan serta penebangan liar berpengaruh terhadap pencemaran lingkungan, punahnya keanekaragaman hayati baik fauna maupun flora, dan ketersediaan air.
Minimnya Kesadaran Manusia
Bencana yang terjadi di NTT kini tidak bisa dihindari. Hari ke hari kita terus diperhadapkan dengan berbagai bencana yang terjadi dan hal tersebut mengganggu kenyamanan kita dalam beraktivitas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Fenomena-El-Nino_01.jpg)